ID/Prabhupada 0093 - Bhagavad-gītā Adalah Juga Kṛṣṇa

Revision as of 16:27, 12 October 2018 by Vanibot (talk | contribs) (Vanibot #0023: VideoLocalizer - changed YouTube player to show hard-coded subtitles version)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)


Lecture on Brahma-samhita, Lecture -- Bombay, January 3, 1973

Jadi Śrīmad-Bhāgavatam merupakan penjelasan yang asli dari Vedānta-sūtra. Di dalam Vedānta-sūtra, penjelasan dari Vedānta-sūtra, Śrīmad-Bhāgavatam, dikatakan,

janmādy asya yataḥ anvayāt itarataś ca artheṣu abhijñaḥ
tene brahma hṛdā ādi-kavaye muhyanti yatra sūrayaḥ
(SB 1.1.1)

Uraiannya ada di sini. Jadi ādi-kavi, ādi-kavi berarti Brahmā. Brahmā, Ādi-kavi. Jadi tene brahma. Brahmā berarti śabda-brahman, kesusasteraan Veda. Jadi Beliau memberikan petunjuk atau memberi tahu di dalam hati Brahmā. Karena ketika ciptaan baru saja ada, Brahmā sajalah satu-satunya makhluk hidup, yang ada pada awal ciptaan itu. Maka pertanyaannya adalah , "Bagaimana Brahmā mempelajari pengetahuan Veda?" Itu dijelaskan : tene brahma... Brahmā. Brahmā berarti kesusasteraan Veda. Śabda-brahman. Keterangan, uraian mengenai Tuhan juga adalah Brahman. Brahman bersifat mutlak. Tidak ada perbedaan antara Brahman dengan kesusasteraan yang menguraikan mengenai Brahman. Sama seperti antara Bhagavad-gītā dan Kṛṣṇa, tidak ada perbedaan. Bhagavad-gītā adalah juga Kṛṣṇa. Jika tidak, mengapa buku ini juga dipuja, sejak sudah begitu lama, sejak limaribu tahun yang lalu, kecuali jika Bhagavad-gītā adalah Kṛṣṇa? Terdapat begitu banyak kesusasteraan, buku-buku, yang diterbitkan di masa sekarang. Sesudah satu tahun, dua tahun, tiga tahun -- selesai. Tak seorangpun perduli lagi padanya. Tak seorangpun perduli padanya. Tak seorangpun membacanya lagi ...... Literatur apapun yang kamu ambil dari sejarah, tidak satupun yang dapat tetap ada selama limaribu tahun, berulang-ulang dibaca oleh sangat banyak sarjana, para agamawan serta para filsuf, semuanya. Mengapa? Karena itu adalah Kṛṣṇa. Kṛṣṇa .... Tidak ada perbedaan antara Bhagavad-gītā dan Bhagavān. Śabda-brahman. Jadi Bhagavad-gītā tidak seharusnya dianggap sebagai kesusasteraan biasa, di mana seseorang bisa memberikan ulasan padanya dengan hanya melalui yang namanya saja pengetahuan ABCD. Tidak. Itu mustahil. Para orang bodoh dan para bajingan, mereka mencoba untuk memberikan ulasan pada Bhagavad-gītā melalui kesarjanaan ABCD mereka. Itu mustahil. Itu adalah śabda-brahman. Itu hanya akan diungkapkan kepada orang yang memiliki rasa bhakti kepada Kṛṣṇa. Yasya deve parā bhaktir yathā deve... Ini adalah petunjuk Veda.

yasya deve parā bhaktir
yathā deve tathā gurau
tasyaite kathitā hy arthāḥ
prakāśante mahātmanaḥ
(ŚU 6.23)

Semuanya menjadi terungkap. Karenanya kesusasteraan Veda disebut sebagai yang diungkapkan. Bukanlah berarti bahwa aku bisa memahami itu melalui pengetahuan ABCD-mu. Aku bisa membeli sebuah Bhagavad-gītā, dan karena aku memiliki pengetahuan tata bahasa, maka aku bisa memahaminya. Tidak. Vedeṣu durlabha. Di dalam Brahma-saṁhitā dikatakan, vedeṣu durlabha. Teruskan saja usahamu untuk mempelajari semua kesusasteraan Veda melalui kemampuan bahasamu atau kesarjanaanmu - durlabha. Itu mustahil. Vedeṣu durlabha. Karenanya ada begitu banyak orang, mereka mencoba untuk menafsirkan Bhagavad-gītā melalui yang namanya saja kesarjanaan mereka, tetapi tidak seorangpun yang memperdulikan mereka. Mereka tidak bisa membuat satu orangpun, seorang penyembah, menjadi berpaling. Ini adalah suatu tantangan. Di Bombay, ada sangat banyak orang, mereka sudah semenjak beberapa tahun yang lalu menjelaskan Bhagavad-gītā tetapi mereka bahkan tidak bisa membuat satu orangpun penyembah murni Kṛṣṇa, menjadi berpaling. Inilah tantangan kita. Tetapi Bhagavad-gītā ini, sekarang ia sudah dijelaskan menurut aslinya, dan ribuan serta ribuan para orang Eropa serta Amerika, yang leluhur atau familinya tidak pernah mengenal nama Kṛṣṇa, mereka menjadi penyembah. Inilah rahasia dari kesuksesan. Akan tetapi para orang bodoh ini, mereka tidak tahu. Mereka berpikir bahwa dengan menafsirkan Bhagavad-gītā melalui yang namanya saja pengetahuan kurang ajar mereka, mereka akan dapat mengungkapkan Bhagavad-gītā. Ini mustahil. Nāhaṁ prakāśaḥ yogamāyā-samāvṛtaḥ. Kṛṣṇa tidk terlihat bagi para orang bodoh dan para bajingan. Kṛṣṇa tidak akan pernah terlihat. Nāhaṁ prakāśaḥ sarvasya. (BG 7.25). Beliau bukanlah sesuatu yang begitu murahnya sehingga Beliau bisa dipahami oleh para orang bodoh serta para bajingan ini. Itu mustahil. Kṛṣṇa says, nāhaṁ prakāśaḥ sarvasya yogamāyā-samā... (BG 7.25).

manuṣyāṇāṁ sahasreṣu
kaścid yatati siddhaye
yatatām api siddhānāṁ
kaścid vetti māṁ tattvataḥ
(BG 7.3)