ID/Prabhupada 0520 - Kita Berjapa, Kita Mendengarkan, Kita Menari, Kita Menikmati - Mengapa?

From Vanipedia
Jump to: navigation, search

Kita Berjapa, Kita Mendengarkan, Kita Menari, Kita Menikmati - Mengapa?
- Prabhupāda 0520


Lecture on BG 7.1 -- Los Angeles, December 2, 1968

Ini merupakan juga dhāma milik Kṛṣṇa, karena segala sesuatu adalah milik Tuhan, milik Kṛṣṇa. TIdak seorangpun yang menjadi pemilik. Tuntutan ini bahwa, "Tanah ini, Amerika, adalah milik kami, Amerika Serikat," itu adalah tuntutan yang keliru. Tanah itu bukanlah milikmu, dan juga bukan milik siapapun lainnya. Seperti halnya beberapa tahun yang lalu, sekitar empat ratus tahun yang lalu, tanah itu menjadi milik para orang Indian, suku Indian berkulit merah, dan entah bagaimana, sekarang kamu sudah menguasainya. Siapa yang bisa mengatakan bahwa tidak ada pihak lain yang akan datang ke sini untuk menguasainya? Jadi, itu adalah tuntutan yang keliru. Sebenarnya,segala sesuatu itu adalah milik Kṛṣṇa. Kṛṣṇa berkata bahwa, sarva-loka-maheśvaram. (BG 5.29), "Aku adalah sang pemilik utama dan sang pengendali utama dari semua planet." Jadi, segala sesuatu adalah milikNya. Kṛṣṇa mengatakan bahwa segala sesuatu adalah milikNya. Karena itu segala sesuatu adalah dhāmaNya, tempat tinggalNya. Lalu mengapa kita harus merubah hal itu? Beliau berkata, yad gatvā na nivartante tad dhāma paramam. (BG 15.6). Paramam berarti yang utama. Di dalam dhāma ini juga, semuanya adalah dhāma milik Kṛṣṇa, planet milik Kṛṣṇa, tetapi di sini bukanlah merupakan planet yang parama, yang utama. Ada banyak masalah di sini. Seperti halnya kelahiran, kematian, penyakit dan usia tua ini. Tetapi jika kamu kembali ke tempat tinggal Kṛṣṇa pribadi, yaitu Goloka Vṛndāvana, cintāmaṇi-dhāma. (Bs. 5.29), maka kamu akan mendapatkan kehidupan kekal, kehidupan yang penuh kebahagiaan dan penuh dengan pengetahuan.

Dan bagaimanakah caranya sehingga hal itu bisa dicapai? Caranya adalah seperti ini, pertama-tama ...... Kṛṣṇa berkata bahwa, mayy āsakta-manāḥ, yaitu tingkatkanlah kemelekatanmu kepada Kṛṣṇa. Hanya itu sajalah metodanya. Hal ini, semua hal ini yaitu bahwa, kita berjapa, kita mendengarkan, kita menari, kita menikmati. Mengapa? Itu semua hanyalah untuk melepaskan kehidupan kita dari semua hal-hal yang omong kosong dan untuk melekatkannya kepada Kṛṣṇa. Inilah prosesnya. Inilah kesadaran Kṛṣṇa. Kamu harus membuat pikiranmu menjadi melekat kepada sesuatu. Namun jika kamu membuat pikiranmu menjadi melekat kepada sesuatu yang tidak masuk akal, maka akibatnya akan sama saja yaitu, janma-mṛtyu-jarā-vyādhi. (BG 13.9), kelahiran, kematian, usia tua dan penyakit. Kamu akan harus menderita. Kamu akan harus menderita. Ilmu pengetahuanmu, ilmu pengetahuan materialmu, tidak akan berarti apa-apa ..... Tidak. Tidak seorangpun bisa membuat suatu penyelesaian dari penderitaan-penderitaan ini.

Namun jika kamu ingin membuat penyelesaian yang sebenarnya, penyelesaian yang tetap, kehidupan yang tetap, maka menjadi melekatlah kepada Kṛṣṇa. Sungguh suatu metoda yang sangat sederhana. Mayy āsakta-manāḥ pārtha yogaṁ yuñjan. Itu adalah bentuk sempurna dari yoga. Jenis-jenis proses yoga lainnya, mereka mungkin bisa membantumu untuk sampai pada tataran kesadaran Kṛṣṇa, tetapi jika kamu gagal untuk sampai kepada tataran kesadaran Kṛṣṇa ini, maka semua masalah ini hanya akan menjadi usaha yang sia-sia belaka. Itu adalah hal yang mustahil. Jika kamu menerima jenis proses yoga yang lamban itu, maka hal itu mustahil dilakukan di jaman ini. Bukan hanya di jaman ini, tetapi juga sudah sejak lima ribu tahun yang lalu. Hal itu mustahil untuk dilakukan. Kamu boleh saja melakukan kemahiran gerakan senammu itu, tetapi hal itu tidak akan pernah membuatmu berhasil. Proses yoga ini, sebagaimana hal ini ditegaskan oleh Kṛṣṇa di dalam bab terakhir ..... Ini adalah Bab Tujuh. di dalam Bab Enam juga , Beliau sudah mengatakan hal ini bahwa, yoginām api sarveṣām. (BG 6.47). "Yogi berkualitas kelas satu adalah ia yang pikirannya selalu melekat kepadaKu, Kṛṣṇa." Jadi, inilah kesadaran Kṛṣṇa.