ID/Prabhupada 0525 - Māyā Itu Begitu Kuatnya, Sehingga Begitu Kamu Merasa Sedikit Yakin, Maka Dengan Segera Muncul Serangan

From Vanipedia
Jump to: navigation, search

Māyā Itu Begitu Kuatnya, Sehingga Begitu Kamu Merasa Sedikit Yakin, Maka Dengan Segera Muncul Serangan
- Prabhupāda 0525


Lecture on BG 7.1 -- Los Angeles, December 2, 1968

Tamāla Kṛṣṇa : Prabhupāda, ketika saya melayani anda, terkadang saya merasa sangat senang, tetapi kemudian saat saya berpikir betapa buruk serta tidak sempurnanya pelayanan saya ini, maka saya merasa sangat tidak senang. Yang manakah perasaan yang benar?

Prabhupāda : (tertawa kecil) Kamu merasa sangat tidak senang?

Tamāla Kṛṣṇa : Ya.

Prabhupāda : Mengapa? Kapan kamu merasa sangat tidak senang?

Tamāla Kṛṣṇa : Saat saya melihat semua kekeliruan yang saya lakukan, semua kesalahan yang saya buat.

Prabhupāda : Terkadang .... Ini baik sekali. Menerima kekeliruan-kekeliruan ini ... Bahkan sekalipun tidak ada kekeliruan yang terjadi. Ini adalah ciri-ciri dari pelayanan yang tulus. Seperti halnya seorang ayah yang sangat mencintai anaknya, atau sang anak yang sangat mencintai ayahnya. Jika sang anak menjadi sakit sedikit saja, maka sang ayah akan segera berpikir, "Oh, anakku mungkin akan mati. Aku mungkin akan menjadi dipisahkan darinya." Inilah tanda-tanda dari cinta yang sangat mendalam. Sang anak tidak selalu akan segera mati, kamu paham, tetapi sang ayah selalu berpikir seperti itu. Perpisahan. Paham?

Jadi, itu adalah tanda-tanda yang baik. Kita tidak seharusnya berpikir bahwa kita sudah melakukan sesuatu dengan sangat baik. Kita seharusnya selalu berpikir bahwa, "Aku tidak mampu." Hal ini tidaklah buruk. Kita seyogyanya tidak pernah berpikir bahwa, "Aku ini sempurna." Karena māyā itu begitu kuatnya, sehingga begitu kamu merasa sedikit yakin, maka dengan segera muncul serangan. Paham? Di dalam keadaan sakit ..... Maka seperti seseorang yang sudah berusaha melakukan upaya pencegahan dengan sebak-baiknya, tetapi tetap saja selalu ada kemungkinan untuk menjadi jatuh sakit kembali.

Jadi, hal ini tidaklah buruk. Kita justru seharusnya selalu berpikir seperti itu bahwa, "Mungkin aku tidak melakukannya dengan baik." Tetapi sepanjang kita mampu, maka lakukanlah urusan kita dengan sebaik-baiknya, namun seyogyanya jangan pernah berpikir bahwa hal itu sudah kita lakukan dengan sangat sempurna. Jika kita melakukannya seperti itu, itu akan baik sekali.