ID/Prabhupada 0835 - Para Politikus Modern Sangat Menekankan Pada Karma, Karena Mereka Ingin Bekerja Keras Seperti Para Babi Dan Anjing

From Vanipedia
Jump to: navigation, search

Para Politikus Modern Sangat Menekankan Pada Karma, Karena Mereka Ingin Bekerja Keras Seperti Para Babi Dan Anjing
- Prabhupāda 0835


Lecture on SB 5.5.33 -- Vrndavana, November 20, 1976

Prabhupāda : Tyaktvā dehaṁ punar janma naiti. (BG 4.9). Seseorang yang sudah memahami Kṛṣṇa tattvataḥ, maka dengan segera ia menjadi orang yang terbebaskan. Ia menjadi layak untuk dipindahkan ke dunia spiritual. Tyaktvā dehaṁ punar janma naiti. Punar janma ... Seseorang yang tidak memahami Kṛṣṇa, maka ia harus mengulang kembali kelahiran demi kelahiran. Nivartante mṛtyu-saṁsāra-vartmani. (BG 9.3). Kecuali jika kamu sudah memahami Kṛṣṇa - hariṁ vinā na mṛtiṁ taranti - maka kamu tidak bisa menghindar dari kelahiran, kematian, usia tua dan penyakit. Itu mustahil.

Jadi, jika kamu benar-benar menginginkan hidupmu menjadi berhasil, maka kamu harus berusaha untuk memahami Kṛṣṇa. Itulah gerakan kesadaran Kṛṣṇa. Maka kemudian hidupmu akan berhasil. Dan untuk memahami Kṛṣṇa, maka tidak ada lagi cara lain yang akan bisa membantumu. Kṛṣṇa berkata, bhaktyā mām abhijānāti. (BG 18.55). Beliau tidak pernah mengatakan, "Aku bisa dipahami melalui proses yoga, melalui karma atau melalui jñāna." Para politikus modern, mereka sangat menekankan pada karma, karena mereka ingin bekerja keras seperti para babi dan anjing. Mereka berpikir tentang karma-yoga ...

Jadi, karma-yoga itu baik, tetapi para karmī ini adalah para mūḍha, yaitu mereka yang hanya bekerja keras siang dan malam untuk pemuasan indria-indria, maka karena itu mereka tidak lebih baik dibandingkan dengan para babi dan anjing. Mereka itu tidak berguna. Tetapi karma-yoga itu adalah suatu hal yang berbeda. Karma-yoga artinya adalah seseorang yang melekat kepada kegiatan untuk menghasilkan sesuatu, yang melekat untuk mengerjakan sesuatu. Jadi, Kṛṣṇa berkata,"Ya, kamu boleh melakukannya, tetapi ..." yat karoṣi yaj juhoṣi yad aśnāsi yat tapasyasi kuruṣva tad mad ... (BG 9.27), "hasilnya harus kamu persembahkan kepadaKu." Anāśritaḥ karma-phalaṁ kāryaṁ karma karoti yaḥ, sa sannyāsī. (BG 6.1).

Jadi, siapapun yang tidak menerima hasil dari karmanya sendiri, maka ia adalah seorang sannyāsī. Seandainya kamu mengumpulkan uang ... Kamu adalah seorang usahawan, kamu sudah berhasil mengumpulkan dua lakh rupee - tetapi persembahkanlah uang itu kepada Kṛṣṇa. Anāśritaḥ karma-phalam. Jika tidak, apa yang akan kamu lakukan dengan uang sebanyak dua lakh rupee itu? Jika kamu tidak mau menerimanya, apakah kamu akan membuangnya? "Tidak, mengapa aku harus membuang uang tersebut? Uang itu harus dimanfaatkan untuk Kṛṣṇa." Jadi, lakukanlah seperti itu ....

Orang-orang di dunia material ini sangat bersemangat untuk mendapatkan uang. Kita bisa melihatnya secara nyata, khususnya di dunia Barat. Namun jika saja mereka menggunakan keuntungan mereka untuk mendorong gerakan kesadaran Kṛṣṇa, maka uang mereka tidak akan lagi dipergunakan untuk meluncurkan bom atom. Jika tidak, maka uang mereka akan dipergunakan untuk meluncurkan bom atom. Sehingga aku akan menghancurkan kepalamu dan kamu akan menghancurkan kepalaku. Dan kita berdua semuanya akan hancur dan habis.

Terimakasih banyak.

Penyembah : Jaya Prabhupāda!