ID/Prabhupada 1020 - Hati Itu Ada Dan Fungsinya Adalah Untuk Mencintai, Namun Mengapa Kamu Begitu Keras Hati?

From Vanipedia
Jump to: navigation, search

Hati Itu Ada Dan Fungsinya Adalah Untuk Mencintai, Namun Mengapa Kamu Begitu Keras Hati?
- Prabhupāda 1020


730408 - Lecture SB 01.14.44 - New York

Jadi, para Pāṇḍava, mereka juga berada pada tingkatan mencintai Kṛṣṇa. Setiap orang sedang berada pada tataran itu, namun tingkatannya berbeda-beda. Tetapi cinta yang ada itu sama. Seseorang mencintai keluarganya, seseorang mencintai istrinya, seseorang mencintai masyarakatnya, pertemanannya. Dengan demikian, mereka menjadi terkotak-kotakkan. Tetapi, titik akhir dari cinta adalah ketika kamu sampai kepada Kṛṣṇa.

Sa vai puṁsāṁ paro dharmo. (SB 1.2.6). Dharma berarti kewajiban. Itulah dharma. Arti lainnya adalah karakteristik atau sifat-sifat. Dharma bukanlah berarti fanatisme keagamaan. Bukan. Itu bukanlah arti dari kata Sansekertanya. Dharma artinya adalah karakteristik atau sifat-sifat yang sebenarnya. Aku sudah beberapa kali menjelaskan bahwa air itu merupakan suatu cairan, dan itulah yang merupakan karakteristik kekal dari air. Saat air mengeras karena pembekuan, maka keadaan itu bukanlah merupakan karakteristik kekal dari air. Secara alamiah, maka air itu bersifat cair. Bahkan saat air mengeras, saat air membeku menjadi es, kecenderungannya adalah untuk meleleh dan menjadi cair kembali. Menjadi cair kembali.

Jadi, kedudukan kita, kedudukan dasar kita, adalah mencintai Kṛṣṇa. Tetapi saat ini kita sudah menjadi keras hati dan tidak mencintai Kṛṣṇa. Seperti halnya air yang membeku menjadi es akibat keadaan di sekelilingnya. Saat suhu di sekelilingnya sangat rendah, maka air akan membeku. Maka sama halnya, jika kita tidak mencintai Kṛṣṇa, maka hati kita akan mengeras, menjadi lebih keras dan lebih keras lagi. Hati itu ada dan fungsinya adalah untuk mencintai, namun mengapa kamu begitu keras hati? Mengapa kamu begitu keras hati saat kita membunuh makhluk hidup lainnya atau binatang lainnya - kita tidak memperdulikan hal itu - dan itu dilakukan hanya untuk sekedar memuaskan lidah belaka? Semua itu adalah karena kita sudah menjadi keras hati. Keras hati.

Karena kita tidak menjadi pencinta Kṛṣṇa, maka kita semua lalu menjadi keras hati. Karena itu seluruh dunia menjadi tidak berbahagia. Tetapi jika kamu, hṛdayena ... Karena itu dikatakan, preṣṭhatamenātha hṛdayenātma-bandhunā. (SB 1.14.44). Jika kamu mencintai Kṛṣṇa, yang merupakan teman sejati kita, sebagaimana dikatakan oleh Kṛṣṇa sendiri di dalam Bhagavad-gītā, suhṛdaṁ sarva-bhūtānāṁ. (BG 5.29). Jadi, saat kamu benar-benar menjadi seorang penyembah Kṛṣṇa, maka karena sifat-sifat Kṛṣṇa ada di dalam dirimu, meskipun hanya dalam jumlah yang sangat sedikit, maka kamu juga menjadi suhṛdaṁ sarva-bhūtānāṁ. Suhṛdaṁ sarva-bhūtānāṁ artinya adalah teman bagi semua makhluk hidup. Suhṛdaṁ. Apakah urusan dari seorang Vaiṣṇava? Urusan dari seorang Vaiṣṇava adalah untuk menjadi penuh belas kasih kepada orang-orang yang sedang menderita secara material. Inilah Vaiṣṇavisme. Karena itu uraian dari Vaiṣṇava adalah,

vāñchā-kalpatarubhyaś ca
kṛpā-sindhubhya eva ca
patitānāṁ pāvanebhyo
vaiṣṇavebhyo namo namaḥ
(Śrī Vaiṣṇava Praṇāma)

Patitānāṁ pāvanebhyo. Patita berarti "jatuh."