ID/BG 1.40

Revision as of 23:17, 27 June 2018 by Vanibot (talk | contribs) (Vanibot #0019: LinkReviser - Revised links and redirected them to the de facto address when redirect exists)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)
Śrī Śrīmad A.C. Bhaktivedanta Swami Prabhupāda


ŚLOKA 40

अधर्माभिभवात्कृष्ण प्रदुष्यन्ति कुलस्त्रियः ।
स्त्रीषु दुष्टासु वार्ष्णेय जायते वर्णसङ्करः ॥४०॥
adharmābhibhavāt kṛṣṇa
praduṣyanti kula-striyaḥ
strīṣu duṣṭāsu vārṣṇeya
jāyate varṇa-sańkaraḥ

Sinonim

adharma—hal-hal yang bertentangan dengan dharma; abhibhavāt—setelah menonjol; kṛṣṇa—o Kṛṣṇa; praduṣyānti—dicemari; kula-striyaḥ—para wanita dalam keluarga; strīṣu—oleh kaum wanita; duṣṭāsu—dengan dicemari seperti itu; vārṣṇeya—o putera keluarga Vṛṣṇi; jāyate—terwujud; varṇa-sańkaraḥ—keturunan yang tidak diinginkan.

Terjemahan

O Kṛṣṇa, apabila hal-hal yang bertentangan dengan dharma merajalela dalam keluarga, kaum wanita dalam keluarga ternoda, dan dengan merosotnya kaum wanita, lahirlah keturunan yang tidak diinginkan, wahai putera keluarga Vṛṣṇi.

Penjelasan

Warga yang baik dalam masyarakat manusia merupakan prinsip dasar untuk kedamaian, kemakmuran dan kemajuan rohani dalam kehidupan. Prinsip-prinsip varnasramadharma disusun sedemikian rupa agar warga yang baik terdapat lebih banyak dalam masyarakat demi kemajuan rohani umum suatu negara dan masyarakatnya. Warga yang seperti itu sangat tergantung pada kesucian dan kesetiaan kaum wanitanya dalam masyarakat. Anak-anak mudah sekali tersesat, begitu pula kaum wanita cenderung merosot. Karena itu, anak-anak dan wanita memerlukan perlindungan dari orang yang lebih tua dalam keluarga. Kalau kaum wanita dibimbing agar tekun dalam berbagai jenis kegiatan keagamaan, mereka tidak akan tersesat hingga berzinah. Cāṇakya Paṇḍita berpendapat bahwa wanita pada umumnya tidak begitu cerdas dan tidak dapat dipercaya. Berbagai tradisi keluarga untuk kegiatan keagamaan harus selalu mengikut-sertakan para wanita. Dengan demikian, kesucian dan bhakti mereka akan melahirkan warga yang baik yang memenuhi syarat untuk berperan dalam sistem varnasrama. Dengan gagalnya varṇāśrama-dharma tersebut, tentu saja para wanita bebas bergerak dan bergaul dengan pria. Ini mengakibatkan perzinahan yang menimbulkan resiko lahirnya warga yang tidak diinginkan. Pria yang tidak bertanggung-jawab juga menyebabkan perzinahan dalam masyarakat. Dengan demikian, anak-anak yang tidak diinginkan membanjiri masyarakat manusia dan membawa resiko perang dan penyakit menular.