ID/BG 16.10

Revision as of 15:09, 22 April 2018 by Gusti (talk | contribs) (Bhagavad-gita Compile Form edit)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)
Śrī Śrīmad A.C. Bhaktivedanta Swami Prabhupāda


ŚLOKA 10

kāmam āśritya duṣpūraḿ
dambha-māna-madānvitāḥ
mohād gṛhītvāsad-grāhān
pravartante 'śuci-vratāḥ

Sinonim

kāmam—hawa nafsu; āśritya—berlindung kepada; duṣpūram—tidak dapat dipuaskan; dambha—dari rasa bangga; māna—dan kemasyhuran palsu; mada-anvitāḥ—terlena dalam rasa sombong; mohāt—oleh khayalan; gṛhītvā—menerima; asat—tidak kekal; grāhān—hal-hal; pravartante—mereka berkembang; aśuci—kepada yang tidak bersih; vratāḥ—bertekad.

Terjemahan

kāmam—hawa nafsu; āśritya—berlindung kepada; duṣpūram—tidak dapat dipuaskan; dambha—dari rasa bangga; māna—dan kemasyhuran palsu; mada-anvitāḥ—terlena dalam rasa sombong; mohāt—oleh khayalan; gṛhītvā—menerima; asat—tidak kekal; grāhān—hal-hal; pravartante—mereka berkembang; aśuci—kepada yang tidak bersih; vratāḥ—bertekad.

Penjelasan

Mental orang jahat diuraikan di sini. Hawa nafsu orang jahat tidak dapat dipuaskan. Mereka akan terus menerus meningkatkan keinginan yang tidak dapat dipuaskan untuk kenikmatan material di dalam hatinya. Walaupun mereka selalu penuh kecemasan akibat menerima hal-hal yang tidak kekal, mereka terus menekuni kegiatan seperti itu karena khayalan. Mereka tidak mempunyai pengetahuan dan tidak dapat mengetahui bahwa mereka sedang menuju ke arah yang keliru. Orang yang jahat seperti itu menerima hal-hal yang tidak kekal, menciptakan Tuhan sendiri, mengarang doa-doa pujian sendiri dan mengucapkannya menurut cara itu. Akibatnya mereka selalu semakin tertarik pada dua hal—kenikmatan hubungan kelamin dan mengumpulkan kekayaan material. Kata aśuci-vratāḥ, "sumpah-sumpah yang tidak bersih," sangat bermakna berhubungan dengan hal ini. Orang jahat seperti itu hanya tertarik kepada minuman keras, wanita, perjudian dan makan daging; itulah kebiasaan aśuci, atau kebiasaan yang tidak bersih yang dimiliki mereka. Mereka didorong oleh rasa bangga dan kemashyuran yang palsu hingga menciptakan beberapa prinsip keagamaan yang tidak dibenarkan oleh aturan Veda. Walaupun orang jahat seperti itu adalah yang paling jijik di dunia, secara tidak wajar dunia menciptakan kemasyhuran palsu bagi mereka. Walaupun mereka sedang meluncur menuju neraka, mereka menganggap dirinya sudah maju sekali.