ID/BG 18.59

Revision as of 01:04, 28 June 2018 by Vanibot (talk | contribs) (Vanibot #0019: LinkReviser - Revised links and redirected them to the de facto address when redirect exists)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)
Śrī Śrīmad A.C. Bhaktivedanta Swami Prabhupāda


ŚLOKA 59

यदहंकारमाश्रित्य न योत्स्य इति मन्यसे ।
मिथ्यैष व्यवसायस्ते प्रकृतिस्त्वां नियोक्ष्यति ॥५९॥
yad ahańkāram āśritya
na yotsya iti manyase
mithyaiṣa vyavasāyas te
prakṛtis tvāḿ niyokṣyati

Sinonim

yat—jika; ahańkāram—dari keakuan palsu; āśritya—berlindung; na yotsye—aku tidak akan bertempur; iti—demikian; manyase—engkau berpikir; mithyā eṣaḥ—ini semua palsu; vyavasāyaḥ—ketabahan hati; te—milikmu; prakṛtiḥ—alam material; tvām—engkau; niyokṣyati—akan menjadikan sibuk.

Terjemahan

Kalau engkau tidak bertindak menurut perintahKu dan tidak bertempur, maka engkau akan salah jalan. Menurut sifatmu, engkau akan diharuskan ikut berperang.

Penjelasan

Arjuna seorang kṣatriya, dan dia dilahirkan dari sifat kṣatriya. Karena itu, kewajibannya yang wajar ialah bertempur. Tetapi akibat keakuan palsu dia takut bahwa dengan membunuh gurunya, kakeknya dan kawan-kawannya, dia akan menderita reaksi-reaksi dosa. Sebenarnya dia menganggap dirinya penguasa perbuatannya, seolah-olah dia mengatur hasil yang baik dan buruk dari pekerjaan itu. Dia lupa bahwa Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, sedang memberi perintah kepadanya untuk bertempur. Itulah kecenderungan lupa yang dimiliki oleh roh yang terikat. Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa memberi petunjuk-petunjuk tentang yang baik dan apa yang buruk dan seseorang hanya harus bertindak dalam kesadaran Kṛṣṇa untuk mencapai kesempurnaan hidup. Tidak seorangpun dapat menentukan nasibnya sendiri seperti yang dapat diketahui oleh Tuhan Yang Maha Esa; karena itu, jalan terbaik ialah menerima perintah dari Tuhan Yang Maha Esa dan bertindak. Hendaknya orang janganlah mengalpakan perintah Tuhan Yang Maha Esa ataupun perintah guru kerohanian, utusan Tuhan. Sebaiknya seseorang bertindak tanpa menunda-nunda untuk melaksanakan perintah Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, itu akan menjaga dirinya agar selamat dalam segala keadaan.