ID/BG 6.15

Revision as of 02:52, 28 June 2018 by Vanibot (talk | contribs) (Vanibot #0019: LinkReviser - Revised links and redirected them to the de facto address when redirect exists)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)
Śrī Śrīmad A.C. Bhaktivedanta Swami Prabhupāda


ŚLOKA 15

युञ्जन्नेवं सदात्मानं योगी नियतमानसः ।
शान्तिं निर्वाणपरमां मत्संस्थामधिगच्छति ॥१५॥
yuñjann evaḿ sadātmānaḿ
yogī niyata-mānasaḥ
śāntiḿ nirvāṇa-paramāḿ
mat-saḿsthām adhigacchati

Sinonim

yuñjan—berlatih; evam—sebagaimana dikatakan di atas; sadā—senantiasa; ātmanām—badan, pikiran serta sang roh; yogī—seorang ahli kebatinan yang melampaui hal-hal duniawi; niyatamānasaḥ—pikiran yang teratur; śāntim—kedamaian; nirvāṇa-paramam—menghentikan kehidupan material; mat-saḿsthām—angkasa rohani (kerajaan Tuhan); adhigacchati—mencapai.

Terjemahan

Dengan berlatih mengendalikan badan, pikiran dan kegiatan senantiasa seperti itu, seorang ahli kebatinan yang melampaui keduniawian dengan pikiran yang teratur mencapai kerajaan Tuhan [atau tempat tinggal Kṛṣṇa] dengan cara menghentikan kehidupan material.

Penjelasan

Sekarang tujuan tertinggi dalam latihan yoga diuraikan dengan jelas. Latihan yoga tidak dimaksudkan untuk mendapatkan jenis fasilitas material manapun; melainkan yoga dimaksudkan untuk memungkinkan seseorang menghentikan segala kehidupan material. Orang yang ingin memperbaiki kesehatannya atau bercita-cita mencapai kesempurnaan material bukan yogī menurut Bhagavad-gītā. Menghentikan kehidupan material tidak berarti seseorang masuk di dalam "kekosongan," yang hanya merupakan dongeng belaka. Tidak ada kekosongan di tempat manapun dalam ciptaan Tuhan. Melainkan, menghentikan kehidupan material memungkinkan seseorang memasuki angkasa rohani, tempat tinggal Kṛṣṇa. Tempat tinggal Kṛṣṇa juga diuraikan dengan jelas dalam 'Bhagavad-gītā, tempat di mana matahari, bulan atau lampu listrik tidak diperlukan. Semua planet di kerajaan rohani bercahaya sendiri seperti matahari di angkasa material. Kerajaan Tuhan berada di mana-mana, tetapi angkasa rohani dan planet-planet di sana disebut paraṁ dhāma, atau tempat tinggal yang lebih tinggi.

Seorang yogī yang sempurna, yang sudah mengerti Śrī Kṛṣṇa secara sempurna, sebagaimana dinyatakan dengan jelas di sini oleh Kṛṣṇa Sendiri (mat-cittaḥ, mat-paraḥ, mat-sthānam), dapat mencapai kedamaian yang sejati dan akhirnya mencapai tempat tinggal Kṛṣṇa yang paling utama, Kṛṣṇaloka, yang bernama Goloka Vṛndāvana. Dalam Brahma-saṁhitā (5.37) dinyatakan dengan jelas (goloka eva nivasaty akhilātma-bhūtaḥ): walaupun Kṛṣṇa selalu tinggal di tempat tinggalNya yang bernama Goloka, Beliau adalah Brahman yang berada di mana-mana dan juga Paramātmā yang berada di tempat khusus karena tenaga-tenaga rohaniNya yang lebih tinggi. Tiada seorang pun yang dapat mencapai angkasa rohani (Vaikuṇṭha) atau memasuki tempat tinggal Kṛṣṇa yang kekal (Goloka Vṛndāvana) tanpa pengertian yang benar tentang Kṛṣṇa dan bagian yang berkuasa penuh dari Kṛṣṇa, yaitu Viṣṇu. Karena itu, orang yang bekerja dalam kesadaran Kṛṣṇa adalah yogī yang sempurna, sebab pikirannya selalu khusuk dalam kegiatan Kṛṣṇa (sa vai manaḥ kṛṣṇa-pādāravindayoḥ). Dalam Veda (Śvetāśvatara Upaniṣad 3.8) juga diajarkan, tam eva viditvāti mṛtyum eti: "Seseorang dapat melampaui jalan kelahiran dan kematian hanya dengan mengerti Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Kṛṣṇa." Dengan kata lain, kesempurnaan sistem yoga ialah tercapainya pembebasan dari kehidupan material, bukan sejenis sulap atau senam untuk menipu orang yang tidak tahu apa-apa.