ID/BG 6.2

Revision as of 02:54, 28 June 2018 by Vanibot (talk | contribs) (Vanibot #0019: LinkReviser - Revised links and redirected them to the de facto address when redirect exists)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)
Śrī Śrīmad A.C. Bhaktivedanta Swami Prabhupāda


ŚLOKA 2

यं संन्यासमिति प्राहुर्योगं तं विद्धि पाण्डव ।
न ह्यसंन्यस्तसङ्कल्पो योगी भवति कश्चन ॥२॥
yaḿ sannyāsam iti prāhur
yogaḿ taḿ viddhi pāṇḍava
na hy asannyasta-sańkalpo
yogī bhavati kaścana

Sinonim

yam—apa; sannyāsam—melepaskan ikatan; iti—demikian; prāhuḥ—mereka mengatakan; yogam—mengadakan hubungan dengan Yang Mahakuasa; tam—itu; viddhi—engkau harus mengetahui; pāṇḍava—wahai putera Pāṇḍu; na—tidak pernah; hi—pasti; asannyasta—tanpa meninggalkan; sańkalpaḥ—keinginan untuk memuaskan diri sendiri; yogī—seorang rohaniwan yang ahli kebatinan; bhavati—menjadi; kaścana—siapapun.

Terjemahan

Hendaknya engkau mengetahui bahwa apa yang disebut melepaskan ikatan sama dengan yoga atau mengadakan hubungan antara diri kita dengan Yang Mahakuasa, wahai putera Pāṇḍu, sebab seseorang tidak akan pernah dapat menjadi yogī kecuali ia melepaskan keinginan untuk memuaskan indria-indria.

Penjelasan

Sannyāsa-yoga atau bhakti yang sejati berarti seseorang harus mengetahui kedudukan dasarnya sebagai makhluk hidup, dan bertindak sesuai dengan kedudukan dasar itu. Makhluk hidup tidak memiliki identitas yang bebas. Makhluk hidup adalah tenaga pinggir dari Yang Mahakuasa. Apabila makhluk hidup ditangkap oleh tenaga material, dia terikat, dan apabila dia sadar akan Kṛṣṇa, atau sadar akan tenaga rohani, dia berada dalam keadaan hidupnya yang sejati dan wajar. Karena itu, apabila seseorang memiliki pengetahuan yang lengkap, dia menghentikan segala kepuasan indria-indria material, atau melepaskan ikatan terhadap segala jenis kegiatan untuk kepuasan indria-indria. Inilah latihan bagi para yogī yang mengekang indria-indria dari ikatan material. Tetapi orang yang sadar akan Kṛṣṇa tidak mempunyai kesempatan untuk menggunakan indria-indrianya dalam kegiatan manapun yang tidak bertujuan untuk Kṛṣṇa. Karena itu, orang yang sadar akan Kṛṣṇa sekaligus menjadi sannyāsī dan yogī. Maksud pengetahuan dan pengekangan indria-indria, sebagaimana dianjurkan dalam proses-proses yajña dan yoga, dilaksanakan dengan sendirinya dalam kesadaran Kṛṣṇa. Kalau seseorang tidak dapat meninggalkan kegiatan yang berasal dari sifat mementingkan diri sendiri, maka jñāna dan yoga percuma baginya. Tujuan sejati ialah makhluk hidup harus meninggalkan segala kepuasan yang mementingkan diri sendiri dan bersedia memuaskan Yang Mahakuasa. Orang yang sadar akan Kṛṣṇa tidak mempunyai keinginan untuk kenikmatan pribadi dari jenis manapun. Dia selalu sibuk untuk kenikmatan Yang Mahakuasa. Karena itu, orang yang tidak mempunyai keterangan tentang Yang Mahakuasa pasti menjadi sibuk dalam memuaskan dirinya sendiri, sebab tiada seorangpun yang dapat berdiri pada tingkat tidak melakukan kegiatan. Segala maksud dipenuhi secara sempurna oleh latihan kesadaran Kṛṣṇa.