ID/BG 8.23

Revision as of 03:33, 28 June 2018 by Vanibot (talk | contribs) (Vanibot #0019: LinkReviser - Revised links and redirected them to the de facto address when redirect exists)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)
Śrī Śrīmad A.C. Bhaktivedanta Swami Prabhupāda


ŚLOKA 23

यत्र काले त्वनावृत्तिमावृत्तिं चैव योगिनः ।
प्रयाता यान्ति तं कालं वक्ष्यामि भरतर्षभ ॥२३॥
yatra kāle tv anāvṛttim
āvṛttiḿ caiva yogīnaḥ
prayātā yānti taḿ kālaḿ
vakṣyāmi Bhārata rṣabha

Sinonim

yātrā—pada itu; kāle—waktu; tu—dan; anāvṛttim—tidak kembali; āvṛttim—kembali; ca—juga; evā—pasti; yogīnaḥ—berbagai jenis ahli kebatinan; prayātāḥ—sesudah meninggal; yānti—mencapai; tam—itu; kālam—waktu; vakṣyāmi—Aku akan menguraikan; bhārata-ṛṣabha—wahai yang paling baik di antara para Bhārata.

Terjemahan

Wahai yang paling baik di antara para Bhārata, sekarang Aku akan menjelaskan kepadamu tentang berbagai jenis waktu untuk meninggal dunia. Kalau seorang yogī meninggal dunia pada saat-saat tertentu itu, dia kembali atau tidak kembali ke dunia ini.

Penjelasan

Para penyembah Tuhan Yang Maha Esa yang murni, yang sudah menyerahkan diri sepenuhnya, tidak peduli kapan mereka akan meninggalkan badannya atau bagaimana cara mereka akan meninggalkan badan. Mereka menyerahkan segala sesuatu kepada Kṛṣṇa. Karena itu, dengan mudah dan bahagia mereka kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tetapi orang yang belum menjadi penyembah yang murni dan bergantung pada cara-cara keinsafan diri seperti karma-yoga, jñāna-yoga, dan haṭha-yoga harus meninggalkan badan pada saat yang tepat, dan dengan demikian mereka yakin apakah mereka akan kembali ke dunia kelahiran dan kematian atau tidak.

Kalau seorang yogī sudah sempurna, ia dapat memilih waktu dan keadaan untuk meninggalkan dunia material ini. Tetapi kalau yogī itu belum begitu ahli, suksesnya bergantung apakah secara kebetulan dia dapat meninggal pada waktu tertentu yang tepat. Saat-saat yang cocok untuk meninggal dunia dan tidak kembali lagi dijelaskan oleh Kṛṣṇa dalam ayat berikut. Menurut Ācārya Baladeva Vidyābhūṣaṇa, kata bahasa Sansekerta kāla yang digunakan di sini berarti dewa waktu.