ID/BG 8.27

Revision as of 03:35, 28 June 2018 by Vanibot (talk | contribs) (Vanibot #0019: LinkReviser - Revised links and redirected them to the de facto address when redirect exists)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)
Śrī Śrīmad A.C. Bhaktivedanta Swami Prabhupāda


ŚLOKA 27

नैते सृती पार्थ जानन्योगी मुह्यति कश्चन ।
तस्मात्सर्वेषु कालेषु योगयुक्तो भवार्जुन ॥२७॥
naite sṛtī pārtha jānan
yogī muhyati kaścana
tasmāt sarveṣu kāleṣu
yoga-yukto bhavārjuna

Sinonim

na—tidak pernah; ete—yang dua ini; sṛtī—jalanjalan yang berbeda; pārtha—wahai putera Pṛthā; jānan—kalaupun ia mengenal; yogī—penyembah Tuhan; muhyāti—dibingungkan; kaścana—apapun; tasmāt—karena itu; sarveṣu kāleṣu—selalu; yoga-yuktaḥ—tekun dalam kesadaran Kṛṣṇa; bhava—jadilah; arjuna—wahai Arjuna.

Terjemahan

Kendatipun para penyembah mengenal dua jalan tersebut, mereka tidak pernah dibingungkan, wahai Arjuna. Karena itu, jadilah selalu mantap dalam bhakti.

Penjelasan

Di sini Kṛṣṇa menasehati Arjuna supaya Arjuna tidak digoyahkan oleh berbagai jalan yang dapat ditempuh sang roh pada waktu ia meninggalkan dunia material. Seorang penyembah Tuhan Yang Maha Esa hendaknya jangan khawatir apakah dia akan meninggal karena diatur atau secara kebetulan. Hendaknya seorang penyembah mantap dengan teguh dalam kesadaran Kṛṣṇa dan mengucapkan mantra Hare Kṛṣṇa, dan hendaknya mengetahui bahwa merasa prihatin terhadap salah satu di antara dua jalan tersebut adalah hal yang menyulitkan. Cara terbaik supaya khusuk dalam kesadaran Kṛṣṇa ialah selalu menggabungkan diri dalam pengabdian kepada Kṛṣṇa, dan ini akan menyebabkan jalan seseorang ke kerajaan rohani jadi selamat, pasti dan langsung. Kata yoga-yukta mempunyai makna khusus dalam ayat ini. Orang yang mantap dalam yoga senantiasa tekun dalam kesadaran Kṛṣṇa dalam segala kegiatannya. Śrī Rūpa Gosvāmī menasehatkan, anāsaktasya viṣayān yathārham upayuñjataḥ: Hendaknya orang tidak terikat dalam urusan material dan melakukan segala sesuatu dalam kesadaran Kṛṣṇa. Melalui sistem ini, yang disebut yukta-vairāgya, seseorang mencapai kesempurnaan. Karena itu, seorang penyembah tidak digoyahkan oleh uraian tersebut, sebab ia mengetahui bahwa perjalanan ke tempat tinggal yang paling utama dijamin oleh bhakti.