ID/BG 8.6: Difference between revisions

(Bhagavad-gita Compile Form edit)
 
(Vanibot #0019: LinkReviser - Revised links and redirected them to the de facto address when redirect exists)
 
Line 5: Line 5:


==== ŚLOKA 6 ====
==== ŚLOKA 6 ====
<div class="devanagari">
:यं यं वापि स्मरन्भावं त्यजत्यन्ते कलेवरम् ।
:तं तमेवैति कौन्तेय सदा तद्भावभावितः ॥६॥
</div>


<div class="verse">
<div class="verse">
:''yaḿ yaḿ vāpi smaran bhāvaḿ''
:yaḿ yaḿ vāpi smaran bhāvaḿ
:''tyajaty ante kalevaram''
:tyajaty ante kalevaram
:''taḿ tam evaiti kaunteya''
:taḿ tam evaiti kaunteya
:''sadā tad-bhāva-bhāvitaḥ''
:sadā tad-bhāva-bhāvitaḥ
 
</div>
</div>


Line 17: Line 21:


<div class="synonyms">
<div class="synonyms">
yam yam—apapun; vā api—sama sekali; smaran—ingat; bhāvam—sifat; tyajati—meninggalkan; ante—pada akhir; kalevaram—badan ini; tam tam—seperti itu juga; evā—pasti; eti—mendapat; kaunteya—wahai putera Kuntī ; sadā—selalu; tat—itu; bhava—keadaan hidup; bhāvitaḥ—ingat.
''yam yam''—apapun; ''api''—sama sekali; ''smaran''—ingat; ''bhāvam''—sifat; ''tyajati''—meninggalkan; ''ante''—pada akhir; ''kalevaram''—badan ini; ''tam tam''—seperti itu juga; ''evā''—pasti; ''eti''—mendapat; ''kaunteya''—wahai putera Kuntī; ''sadā''—selalu; ''tat''—itu; ''bhava''—keadaan hidup; ''bhāvitaḥ''—ingat.
</div>
</div>



Latest revision as of 03:36, 28 June 2018

Śrī Śrīmad A.C. Bhaktivedanta Swami Prabhupāda


ŚLOKA 6

यं यं वापि स्मरन्भावं त्यजत्यन्ते कलेवरम् ।
तं तमेवैति कौन्तेय सदा तद्भावभावितः ॥६॥
yaḿ yaḿ vāpi smaran bhāvaḿ
tyajaty ante kalevaram
taḿ tam evaiti kaunteya
sadā tad-bhāva-bhāvitaḥ

Sinonim

yam yam—apapun; vā api—sama sekali; smaran—ingat; bhāvam—sifat; tyajati—meninggalkan; ante—pada akhir; kalevaram—badan ini; tam tam—seperti itu juga; evā—pasti; eti—mendapat; kaunteya—wahai putera Kuntī; sadā—selalu; tat—itu; bhava—keadaan hidup; bhāvitaḥ—ingat.

Terjemahan

Keadaan hidup manapun yang diingat seseorang pada saat ia meninggalkan badannya, pasti keadaan itulah yang akan dicapainya, wahai putera Kuntī.

Penjelasan

Proses mengubah sifat orang pada saat kematian yang sangat menentukan dijelaskan di sini. Orang yang meninggalkan badannya pada akhir riwayatnya sambil berpikir tentang Kṛṣṇa akan mencapai alam rohani Tuhan Yang Maha Esa, tetapi tidak benar bahwa orang yang memikirkan sesuatu selain Kṛṣṇa akan mencapai keadaan rohani yang sama. Hendaknya kita memperhatikan kenyataan ini dengan seksama sekali. Bagaimana cara seseorang dapat meninggal dunia dengan keadaan pikiran yang benar? Walaupun Mahārāja Bharata adalah kepribadian yang mulia, beliau memikirkan seekor rusa pada akhir riwayatnya, dan sebagai akibatnya dalam penjelmaan berikutnya ia diubah sehingga memiliki badan seekor rusa. Setelah menjadi rusa, dia tetap mengenang kegiatannya pada masa lampau, namun dia terpaksa menerima badan sebagai binatang seperti itu. Tentu saja pikiran seseorang selama kehidupannya, menumpuk untuk mempengaruhi pikirannya pada saat ia meninggal. Jadi, kehidupan ini menciptakan penjelmaan yang akan datang. Kalau dalam kehidupan sekarang seseorang hidup dalam sifat kebaikan dan selalu berpikir tentang Kṛṣṇa, dimungkinkan ia dapat ingat kepada Kṛṣṇa pada akhir riwayatnya. Kalau ia ingat kepada Kṛṣṇa pada akhir riwayatnya, itu akan membantu dirinya untuk dipindahkan ke alam rohani Kṛṣṇa. Kalau seseorang khusuk berpikir secara rohani dalam pengabdian kepada Kṛṣṇa, maka badan berikutnya akan bersifat rohani (spiritual), bukan material. Karena itu, cara mengucapkan mantra Hare Kṛṣṇa, Hare Kṛṣṇa, Kṛṣṇa Kṛṣṇa, Hare Hare / Hare Rāma, Hare Rāma, Rāma Rāma, Hare Hare adalah cara terbaik untuk mencapai sukses dalam mengubah keadaan hidup pada akhir riwayat.