ID/Prabhupada 0007 - Pemeliharaan Kṛṣṇa Akan Datang

Revision as of 02:42, 12 July 2019 by Vanibot (talk | contribs) (Vanibot #0023: VideoLocalizer - changed YouTube player to show hard-coded subtitles version)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)


Lecture on SB 1.5.22 -- Vrndavana, August 3, 1974

Brahmānanda : Brāhmaṇa bukan dimaksudkan untuk melakukan pekerjaan apapun.

Prabhupāda : Tidak. Meskipun ia akan mati kelaparan, ia tidak akan melakukan pekerjaan apapun. Itulah brāhmaṇa. Kṣatriya juga begitu, dan demikian juga vaiśya. Hanyalah śūdra yang tidak seperti itu. Seorang vaiśya akan melakukan beberapa kegiatan usaha. Ia akan melakukan beberapa kegiatan usaha. Ada sebuah kisah yang bisa dijadikan contoh. Seseorang yang bernama Tuan Nandi, dulu, dulu sekali, di Calcutta, ia pergi kepada beberapa temannya dan mengatakan bahwa,

"Jika kamu dapat memberiku sedikit modal, aku bisa memulai beberapa kegiatan usaha."

Maka ia berkata, "Apakah kamu seorang vaisya? Apakah kamu seorang pedagang?"

"Ya."

"Oh, kamu meminta uang dariku? Uang ada di jalanan, kamu bisa mendapatkannya di sana."

Lalu ia berkata, "Aku tidak bisa menemukan uang di jalanan."

"Apa? Kamu tidak bisa menemukannya? Lalu apakah itu?"

"Itu, itu adalah seekor tikus yang sudah mati."

"Maka, itulah modalmu."

Jadi, lihatlah!

Jadi, saat itu sedang terjadi wabah di Calcutta, wabah penyakit yang sedang menyebar. Dan ada pengumuman dari pemerintah kota bahwa setiap tikus mati yang dibawa ke kantor pemerintah kota, maka pembawanya akan dibayar sebesar dua annas. Jadi, ia mengambil tikus mati tersebut dan membawanya ke kantor pemerintah kota. Dan ia dibayar sebanyak dua annas. Kemudian ia membeli beberapa buah pinang busuk dengan uang dua annas miliknya, kemudian ia mencucinya serta menjualnya seharga empat atau lima annas. Maka dengan cara seperti itu, demikian berulang-ulang, orang ini kemudian menjadi orang yang sangat kaya. Salah satu anggota keluarga mereka adalah saudara seperguruan kita. Keluarga Nandi. Keluarga Nandi itu sampai saat ini memiliki empat ratus sampai lima ratus orang yang harus diberi makan setiap harinya. Sungguh suatu keluarga bangsawan yang besar. Dan ada peraturan keluarga mereka yaitu bahwa segera setelah seorang putera atau seorang puteri dilahirkan, maka uang sejumlah lima ribu rupee harus disimpan di bank, dan pada saat pernikahannya, uang lima ribu rupee beserta bunga banknya tersebut boleh diambil olehnya. Jika tidak maka tidak ada modal yang bisa dibagikan kepada dirinya. Dan setiap orang yang hidup dalam keluarga itu, ia mendapatkan makanan serta tempat tinggal. Seperti itulah kepemilikan mereka ... Tapi sumber mula-mulanya, maksudku, sang pendiri keluarga ini, Tuan Nandi, ia memulai usahanya dengan tikus yang sudah mati.

Itulah kenyataan yang sebenarnya, kenyataan yang sebenarnya, jika seseorang benar-benar ingin hidup secara mandiri ... Di Calcutta, aku pernah melihat, bahwa bahkan kaum vaiśya yang miskin sekalipun, pada pagi hari mereka akan mengambil sejumlah ḍāl, satu karung ḍāl, dan kemudian pergi dari pintu ke pintu. Ḍāl itu diperlukan di mana-mana. Jadi di pagi hari ia membuat usaha ḍāl, dan di malam hari ia mengambil satu kaleng minyak tanah. Pada malam hari semua orang akan membutuhkan itu. Demikianlah akan masih kamu temukan di India, bahwa mereka ... Tidak seorangpun yang mencari pekerjaan. Sejumlah kecil orang, apa pun yang dipunyainya, menjual sejumlah kacang tanah. Selalu ada sesuatu yang sedang dilakukannya. Bagaimanapun juga, Kṛṣṇa sedang memberikan pemeliharaan kepada semua orang. Adalah suatu kesalahan untuk berpikir bahwa, "Orang ini sedang memberiku pemeliharaan." Tidak. Śāstra mengatakan, eko yo bahūnāṁ vidadhāti kāmān. Adalah keyakinan kepada Kṛṣṇa bahwa, "Kṛṣṇa telah memberiku kehidupan, Kṛṣṇa telah mengirimku ke sini. Jadi Beliau akan memberiku pemeliharaan atas diriku. Jadi sesuai dengan kemampuanku, maka biarkan aku melakukan sesuatu, dan melalui sumber itulah, pemeliharaan Kṛṣṇa akan datang."