ID/Prabhupada 0283 - Program Kita Adalah Untuk Mencintai

Revision as of 02:54, 12 July 2019 by Vanibot (talk | contribs) (Vanibot #0023: VideoLocalizer - changed YouTube player to show hard-coded subtitles version)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)


Lecture -- Seattle, September 30, 1968

Prabhupāda : Govindam ādi-puruṣaṁ tam ahaṁ bhajāmi.

Penyembah : Govindam ādi-puruṣaṁ tam ahaṁ bhajāmi.

Prabhupāda : Jadi, program kita adalah untuk memuja Govinda, sang pribadi yang asli, dengan penuh cinta dan rasa bhakti. Govindam ādi-puruṣaṁ. Inilah kesadaran Kṛṣṇa. Kita mengajarkan orang-orang untuk mencintai Kṛṣṇa, itu saja. Program kita adalah untuk mencintai, untuk menempatkan cintamu pada tempat yang tepat. Itulah program kita. Setiap orang ingin mencintai, namun ia sedang menjadi frustrasi karena keliru dalam menempatkan cintanya. Dan orang-orang tidak memahami hal itu. Mereka sudah terlanjur diajarkan bahwa, "Pertama-tama cintailah badanmu." Lalu diperluas menjadi, "Cintailah ayah dan ibumu." Kemudian, "Cintailah saudara laki-laki dan saudara perempuanmu." Dan selanjutnya, "Cintailah masyarakatmu, cintailah negaramu, cintailah seluruh masyarakat manusia, kemanusiaan." Namun semua cinta yang sudah diperluas ini, yang hanya namanya saja cinta ini, tidak akan memberimu kepuasan kecuali jika kamu sampai pada titik untuk mencintai Kṛṣṇa. Maka pada saat itulah kamu akan menjadi terpuaskan.

Seperti halnya ketika kamu melemparkan sebuah batu ke dalam suatu tempat penampungan air, suatu danau, maka dengan segera akan timbul suatu lingkaran di permukaan air. Lingkaran itu akan membesar, membesar dan terus membesar, hingga pada akhirnya lingkaran tersebut menyentuh sisi tepian, barulah ia berhenti. Kecuali jika lingkaran itu menyentuh tepian tempat penampungan air atau tepian danau itu, maka ia akan terus membesar. Jadi, kita haruslah terus memperbesar. Memperbesar. Perbesaran itu bisa diartikan sebagai dua hal. Jika kamu mempraktekkan melalui, "Aku mencintai masyarakatku, aku mencintai negarku, akau mencintai bangsaku," Lalu kemudian "Aku mencintai makhluk hidup," dan seterusnya ..... Tetapi jika kamu secara langsung menyentuh Kṛṣṇa, maka segala sesuatunya ada di sana. Itu sangatlah menyenangkan. Karena Kṛṣṇa artinya adalah yang maha menarik, yang meliputi segala sesuatunya. Mengapa segala sesuatunya? Karena Kṛṣṇa merupakan titik pusat.

Seperti halnya di dalam suatu keluarga, jika kamu mencintai ayahmu, maka kamu juga mencintai saudara laki-lakimu, saudara perempuanmu, pelayan dari ayahmu, rumah ayahmu, istri dari ayahmu yaitu ibumu, dan semuanya. Titik pusatnya adalah ayahmu. Ini adalah contoh kasarnya. Sama halnya, jika kamu mencintai Kṛṣṇa, maka cintamu akan diperluas ke mana-mana. Contoh lainnya adalah, seperti halnya jika kamu mencintai sebuah pohon, daun-daunnya, bunga-bunganya, cabang-cabangnya, ranting-rantingnya dan segala sesuatunya. Kamu cukup hanya menyirami akarnya saja, maka kemudian rasa cintamu kepada pohon tersebut akan dengan sendirinya terlayani. Jika kamu mencintai para warga negaramu, jika kamu ingin melihat bahwa para warga negaramu menjadi terpelajar, maju secara ekonomi dan juga berpikiran maju, maka apa yang akan kamu lakukan? Kamu bayarlah pajak kepada pemerintah. Janganlah kamu menyembunyikan pajak pendapatanmu. Kamu cukup membayar pajak kepada pemerintah pusat, dan pajak itu akan didistribusikan kembali kepada departemen pendidikan, kepada departemen pertahanan, kepada departemen kesehatan, kepada semuanya.

Karenanya ...... Ini hanyalah merupakan contoh kasar saja, tetapi sebenarnya, jika kamu ingin mencintai segala sesuatunya, berusahalah untuk mencintai Kṛṣṇa. Kamu tidak akan menjadi frustrasi karena mencintai Kṛṣṇa itu merupakan sesuatu yang lengkap. Ketika cintamu lengkap, maka kamu tidak akan menjadi frustrasi. Seperti ketika kamu memiliki makanan yang lengkap. Jika kamu puas dengan makananmu sepenuhnya, maka kamu akan berkata, "Aku sudah puas. Aku tidak ingin tambah lagi."