ID/Prabhupada 0313 - Semua Penghargaan Menjadi Milik Kṛṣṇa

Revision as of 02:56, 12 July 2019 by Vanibot (talk | contribs) (Vanibot #0023: VideoLocalizer - changed YouTube player to show hard-coded subtitles version)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)


Lecture on SB 3.26.42 -- Bombay, January 17, 1975

Urusan penyembah adalah untuk memuliakan. Ia tidak menerima penghargaan apapun untuk dirinya sendiri. Sebenarnya, tidak ada yang perlu diberikan penghargaan. Semua penghargaan menjadi milik Kṛṣṇa. Seorang penyembah tidak pernah menuntut itu, dan hal seperti itu tidaklah mungkin akan dilakukannya. Bahkan meskipun ia adalah seorang penyembah yang sangat agung, ia tidak akan pernah menuntut penghargaan apapun atas kegiatan-kegiatannya yang mulia. Kegiatan-kegiatan mulianya itu hanyalah diperuntukkan untuk memuliakan Kṛṣṇa saja. Itulah kegiatan-kegiatan mulianya, bukanlah seperti mereka yang hanya namanya saja para materialis, yang selalu menerima, yang selalu ingin menerima penghargaan. Tidak. Sva-karmaṇā tam abhyarcya siddhiṁ vindati mānavaḥ. (BG 18.46). Sva-karmaṇā. Kamu mungkin saja disibukkan di dalam berbagai macam pekerjaan, di dalam bermacam-macam kelompok kegiatan. Namun berkat kerja kerasmu itu, kamu sudah menegakkan keberadaanTuhan, Kṛṣṇa, dan apapun yang telah dilaksanakan, maka hal itu sebenarnya telah dilaksanakan melalui pengaturan yang piawai dari Kṛṣṇa. Matahari terbit tepat pada waktunya dan tenggelam juga tepat pada waktunya. Demikian juga temperaturnya, selalu sesuai dengan musim yang sedang berlangsung, serta pergerakannya, uttarāyaṇa, dakṣiṇāyana - segalanya ditata denga sangat piawai di bawah perintah dri Yang Utama. Mayādhyakṣeṇa prakṛtiḥ. (BG 9.10). Janganlah berpikir bahwa matahari bekerja dengan begitu teraturnya hanya dengan sendirinya saja. Matahari sama sekali tidak bekerja dengan begitu saja. Ada sang penguasa di sana, Kṛṣṇa. Yasyājñayā bhramati sambhṛta-kāla-cakraḥ. Matahari adalah zat yang sangat perkasa di dalam alam semesta ini, di mana terdapat berjuta-juta matahari. Dan ini hanyalah salah satu dari matahari itu - dan ia sedang melaksanakan perintah dari Kṛṣṇa. Yac-cakṣur eṣa savitā sakala-grahāṇāṁ rājā samasta-sura-mūrtir aśeṣa-tejāḥ. Aśeṣa-tejāḥ, cahaya yang tak terbatas, api yang tak ada habisnya, dan panas yang tak terhingga. Aśeṣa. Aśeṣa-tejāḥ. Tidak ada yang bisa dibandingkan dengan matahari, dengan panas dari matahari. Tidak ada bandingannya di alam semesta ini. Tidak terbatas. Selama berjuta-juta tahun, cahaya serta panas dimunculkan dari matahari, namun tidak pernah terjadi pengurangan atasnya. Matahari tetaplah sama seperti jutaan tahun yang lalu, dan sesudah memberimu cahaya serta panas selama jutaan tahun, cahaya serta panas dalam jumlah yang sama itu tetap masih ada di sini.

Jadi, jika memungkinkan bagi suatu hal yang bersifat material untuk tetap sama sesudah memberikan panas serta cahaya yang tak terbatas seperti itu, maka sama halnya, Tuhan Yang Utama, melalui perluasan kemampuanNya, melalui energiNya, Beliau tetap sama. Beliau tidak menjadi berkuarng sedikitpun. Pūrṇasya pūrṇam ādāya pūrṇam eva avaśiṣyate. (Īśo Invocation). Jadi, jika kita bisa melihat bahwa bahkan pada suatu obyek material, di mana panas telah dipancarkan selama berjuta-juta tahun - namun ia tetap memancarkan panas yang sama, ia tetap memelihara dan mempertahankan panas serta cahaya yang sama, lalu mengapa hal seperti mustahil bagi Sang Utama? Karenanya Īśopaniṣad menerangkan kepada kita bahwa, pūrṇasya pūrṇam ādāya pūrṇam eva avaśiṣyate. Jika kamu mengambil seluruh energi Kṛṣṇa dari diriNya, maka tetap saja, keseluruhan energi tersebut masih ada secara utuh. Namun kamu akan terkejut sekarang ini. Karena adanya Tuhan Yang Modern. Ada begitu banyak "Tuhan Yang Modern" ; aku tidak ingin menyebutkan nama. Namun salah satu Tuhan Yang Modern itu, ia memberikan kekuatan kepada para muridnya, dan .... ketika sang Tuhan itu menjadi sadar, maka ia menjadi menangis. Sang murid bertanya kepada gurunya itu, "Mengapa anda menangis, tuan?" "Sekarang aku sudah selesai segala-galanya. Aku telah mmemberimu segala-galanya. Aku telah memberimu semuanya, karenanya sekarang aku sudah selesai." Itu sama sekali tidak spiritual. Itu material. Aku mempunyai seratus rupee. Jika aku membayarmu sebesar seratus rupee, maka dompetku akan menjadi kosong. Tetapi Kṛṣṇa tidaklah seperti itu. Kṛṣṇa bisa membuat ratusan dan ribuan serta jutaan Kṛṣṇa lainnya, namun Beliau tetap saja masih sebagai Kṛṣṇa. Itulah Kṛṣṇa. KemampuanNya tidak pernah menjadi habis atau berkurang. Itulah yang disebut sebagai pūrṇasya pūrṇam ādāya pūrṇam eva avaśiṣyate (Īśo Invocation).

Jadi, Tuhan-tuhan palsu tidak akan membantu kita. Tuhan yang sejati, Tuhan yang sebenarnya adalah :

īśvaraḥ paramaḥ kṛṣṇaḥ
sac-cid-ānanda-vigrahaḥ
anādir ādir govindaḥ
sarva-kāraṇa-kāraṇam
(Bs. 5.1)

Sarva-kāraṇa-kāraṇam, Beliau tidak pernah menjadi lelah. Dikatakan bahwa,

yasyaika-niśvasita-kālam athāvalambya
jīvanti loma-vilajā jagad-aṇḍa-nāthāḥ
viṣṇur mahān sa iha yasya kalā-viśeṣo
govindam ādi-puruṣaṁ tam ahaṁ bhajāmi
(Bs. 5.48)

Jutaan alam semesta muncul saat Beliau menghembuskan nafasNya, dan kemudian kembali lagi alam semesta yang jumlahnya jutaan tersebut dileburkan pada saat Beliau menarik nafasNya. Dengan cara seperti itulah jutaan alam semesta tersebut muncul. Jagad-aṇḍa-nāthāḥ. Jagad-aṇḍa-nāthāḥ. Jagad-aṇḍa artinya adalah alam semesta, dan nātha, sang penguasa alam semesta, maksudnya adalah Dewa Brahmā. Jadi, Dewa Brahmā memiliki rentang waktu kehidupan. Dan berapa lamakah rentang waktu kehidupannya? Selama masa hembusan nafas dari Mahā-Viṣṇu.