ID/Prabhupada 0423 - Aku Bekerja Dengan Sangat Keras Untukmu, Namun Kamu Tidak Mempergunakan Kesempatan Yang Aku Berikan

Revision as of 15:57, 9 January 2017 by Gusti (talk | contribs) (Created page with "<!-- BEGIN CATEGORY LIST --> Category:1080 Indonesian Pages with Videos Category:Prabhupada 0423 - in all Languages Category:ID-Quotes - 1972 Category:ID-Quotes...")
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)


Invalid source, must be from amazon or causelessmery.com

Lecture on SB 2.9.14 -- Melbourne, April 13, 1972

Jadi, ini adalah sesuatu yang sangat baik. Inilah kesempatannya. Kita mendapatkan kesempatan ini, untuk menjadi seperti Lakṣmī. Bagaimana Kṛṣṇa dilayani. Lakṣmī-sahasra-śata-sambhrama-sevyamānam. (Bs. 5.29). Jika dengan berusaha di dalam satu kehidupan, aku mendapatkan kesempatan untuk masuk ke dalam kerajaan Kṛṣṇa, untuk mendapatkan kehidupan yang kekal dan penuh kebahagiaan, lalu jika aku menolaknya, maka betapa tidak beruntungnya aku ini. Bahkan sekalipun jika kamu jatuh, maka selalu ada suatu kesempatan untuk dengan segera menjadi dipindahkan. Tetapi, meskipun hal itu nampak seperti tidak lagi memiliki kesempatan, meskipun hal itu tidak bisa diselesaikan secara tuntas dan meskipun hal itu menjadi gagal, namun tetap saja hal itu disebut sebagai, "Itu adalah sesuatu yang menguntungkan," karena di dalam kehidupan berikutnya sudah terjamin perolehan atas kehidupan di dalam badan manusia.

Dan untuk seorang karmī biasa, apa yang akan menjadi kehidupan berikutnya? Tidak ada keterangan atas hal itu. Yaṁ yaṁ vāpi smaran loke tyajaty ante kalevaram. (BG 8.6). Ia bisa menjadi sebatang pohon, ia bisa menjadi seekor kucing atau ia bisa menjadi seorang dewa. Tidak lebih dari seorang dewa. Itu saja. Dan apakah dewa itu? Dewa adalah mereka yang mendapatkan sejumlah kesempatan di tata susunan planet yang lebih tinggi, dan kemudian akan jatuh kembali. Kṣīṇe puṇye punar martya-lokaṁ viśanti.

Sesudah saldo, atau puṇya, atau hasil akhir dari kegiatan-kegiatan salehnya habis, maka ia kembali jatuh. Ā-brahma-bhuvanāl lokan punar āvartino 'rjuna, "Bahkan sekalipun jika kamu mencapai Brahmaloka yang merupakan tempat tinggal Brahmā, yang perhitungan jangka waktu satu harinya tidak bisa kita perhitungkan, bahkan sekalipun jika kamu pergi ke sana, maka tetap saja merekapun akan harus kembali." Mad-dhāma gatvā punar janma na vidyate, "Tetapi jika kamu datang kepadaKu, maka tidak akan ada kejatuhan ke tempat ini lagi." Inilah kesempatan dari kesadaran Kṛṣṇa.

tyaktvā sva-dharmaṁ caraṇāmbujaṁ harer
bhajann apakvo 'tha patet tato yadi
yatra kva vābhadram abhūd amuṣya kiṁ
ko vārtha āpto 'bhajatāṁ sva-dharmataḥ
(SB 1.5.17)
tasyaiva hetoḥ prayateta kovido
na labhyate yad bhramatām upary-adhaḥ
tal labhyate duḥkhavad anyataḥ sukhaṁ
kālena sarvatra gabhīra-raṁhasā
(SB 1.5.18)

Kamu harus membaca ini semua buku ini. Tetapi kamu tidak membacanya. Di dalam jilid pertama dari Bhāgavata, hal-hal ini dijelaskan. Tetapi aku pikir, sepertinya kamu tidak membaca semua ini. Apakah kamu membacanya? Jadi, jika kamu tidak membacanya, maka kamu akan merasa gelisah, "Oh, biarkan aku pergi dari Jepang ke India, dari India ke Jepang." Kamu gelisah karena kamu tidak membaca.

Aku bekerja dengan sangat keras untukmu, namun kamu tidak mempergunakan kesempatan yang aku berikan. Jangan hanya mempergunakan kesempatan untuk makan dan tidur saja. Pergunakanlah kesempatan yang berupa buku-buku ini. Maka kehidupanmu akan menjadi berhasil. Kewajibanku - aku sudah memberikan kepadamu sesuatu yang sangat berharga, siang dan malam aku sudah berusaha untuk meyakinkanmu, kata demi kata, satiu persatu.. Dan jika kamu masih tetap tidak mempergunakan kesempatan ini, lalu apa yang bisa aku lakukan? Baiklah.