ID/Prabhupada 0599 - Kesadaran Kṛṣṇa Tidaklah Semudah Itu - Kamu Tidak Bisa Memilikinya Kecuali Jika Kamu Sudah Menyerahkan Dirimu

Revision as of 06:41, 27 February 2017 by Gusti (talk | contribs) (Created page with "<!-- BEGIN CATEGORY LIST --> Category:1080 Indonesian Pages with Videos Category:Prabhupada 0599 - in all Languages Category:ID-Quotes - 1972 Category:ID-Quotes...")
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)


Invalid source, must be from amazon or causelessmery.com

Lecture on BG 2.23 -- Hyderabad, November 27, 1972

Jadi, di tempat lain di dalam Brahma-saṁhitā dikatakan bahwa, vedeṣu durlabham adurlabham ātma-bhaktau. (BS 5.33). Vedeṣu. Jika kamu mempelajari Veda, sedangkan tujuan akhir dari mempelajari Veda adalah untuk memahami Kṛṣṇa, tetapi kamu menghendaki untuk mempelajari Veda melalui proses angan-anganmu sendiri, maka Beliau akan menjadi selalu sangat sulit untuk dipahami. Vedeṣu durlabham adurlabham ātma-bhaktau. (Bs. 5.33). Tetapi jika kamu mendekati seorang penyembah Tuhan, maka ia bisa memberikan pengetahuan itu. Ia bisa memberikan pengetahuan itu. Mahīyasāṁ pāda-rajo-'bhiṣekaṁ niṣkiñcanānāṁ na vṛṇīta yāvat, naiṣāṁ matis tāvad urukramāṅghrim. (SB 5.7.32). Prahlāda Mahārāja berkata bahwa, "Kamu tidak bisa memiliki kesadaran Kṛṣṇa ..." Naiṣāṁ matis tāvad urukramāṅghrim. Kesadaran Kṛṣṇa tidaklah semudah itu. Kamu tidak bisa memilikinya kecuali jika kamu sudah menyerahkan dirimu. Niṣkiñcanānām, mahīyasāṁ pāda-rajo-'bhiṣekaṁ niṣkiñcanānāṁ na vṛṇīta yāvat. Selama kamu belum menerima debu kaki padma dari seorang penyembah, niṣkiñcanānām, yang tidak memiliki urusan dengan dunia material ini - ia hanya memperdulikan pelayanan kepada Tuhan - kecuali jika kamu sudah terhubung dengan orang seperti itu, maka mustahil untuk bisa mencapai kesadaran Kṛṣṇa. Ini adalah pernyataan dari śāstra.

Jadi, Kṛṣṇa adalah Kebenaran Mutlak Yang Utama, dan Beliau itu memiliki bentuk pribadi. Tetapi kita tidak bisa memahamiNya kecuali jika kita melakukannya melalui seorang kṛṣṇa-bhakta. Karena itu, untuk memahami Kṛṣṇa, Kṛṣṇa sendiri telah turun sebagai seorang bhakta, Tuhan Caitanya Mahāprabhu. Śrī-kṛṣṇa-caitanya prabhu nityānanda śrī-advaita gadādhara śrīvāsādi-gaura-bhakta-vṛnda. Jadi, kita harus memahami Kṛṣṇa melalui Tuhan Caitanya. Karena Kṛṣṇa sendirilah yang sudah datang ... kṛṣṇāya kṛṣṇa-caitanya-nāmne. Rūpa Gosvāmī, ketika ia untuk pertama kalinya bertemu dengan Caitanya Mahāprabhu ... Bukan untuk yang pertama, tetapi untuk yang kedua kalinya. Pertama kali ia bertemu adalah saat ia masih menjadi soerang menteri di dalam pemerintahan dari Nawab Hussein Shah. Dan kemudian, sesudah bertemu, Caitanya Mahāprabhu menginginkan mereka untuk memenuhi misiNya. Jadi, mereka memutuskan untuk mengundurkan diri dari pelayanan kepada pemerintah dan kemudian bergabung dengan Caitanya Mahāprabhu untuk menyebarkan gerkan kesadaran Kṛṣṇa ini. Karena itu, ketika Rūpa Gosvāmī bertemu dengan Caitanya Mahāprabhu di Allahabad, Prayāga, ia menyusun sebuah śloka pertama dalam kaitan dengan hal itu, di mana ia berkata, namo mahā-vadānyāya kṛṣṇa-prema-pradāya te. (CC Madhya 19.53), "Tuhanku, Anda adalah inkarnasi yang paling murah hati." Mengapa? "Karena Anda membagikan kṛṣṇa-prema. Orang-orang tidak bisa memahami siapakah Kṛṣṇa itu, apalagi untuk bisa mendapatkan kṛṣṇa-prema. Tetapi kṛṣṇa-prema itu justru sedang Anda bagi-bagikan." Namo mahā-vadān ... "Karena itu Anda adalah seorang dermawan yang paling murah hati." Namo mahā-vadānyāya. Vadānya artinya adalah seseorang yang sangat dermawan, yang memberikan derma sebanyak yang kamu inginkan.