ID/Prabhupada 0640 - Jika Kamu Menemukan Bajingan Yang Menyatakan Dirinya Sebagai Tuhan - Maka Tendanglah Pada Wajahnya

Revision as of 03:27, 12 July 2019 by Vanibot (talk | contribs) (Vanibot #0023: VideoLocalizer - changed YouTube player to show hard-coded subtitles version)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)


Lecture on BG 2.30 -- London, August 31, 1973

Ei rūpe. Ada sangat banyak, berjuta-juta dan bermiliar-miliar makhluk hidup yang ada di dalam alam semesta. Dan mereka berputar-putar di dalam berbagai macam spesies kehidupan yang berbeda-beda, yang berjumlah 8.400.000 spesies. Dan keadaan yang seperti ini sangatlah tidak menguntungkan. Yang ada hanyalah pengulangan dari kelahiran dan kematian saja, kelahiran serta kematian di dalam badan yang berbeda-beda .... Dari semua itu, ada satu orang yang sangat beruntung, karena ia diberikan kesempatan, guru-kṛṣṇa-prasāde pāya bhakti-latā-bīja. Atas karunia dari guru dan Kṛṣṇa, ia mendapatkan benih pelayanan bhakti. Dan ia cukup cerdas, karena jika ia tidak cerdas, bagaimana ia bisa mendapatkan benih tersebut? Itulah awalannya. Dan jika ia menyiram benih itu ....

Seperti halnya ketika kamu menerima benih yang baik, maka kamu harus menanamnya dan menyiraminya dengan sedikit air .... Lalu benih itu akan tumbuh. Begitu juga halnya, siapapun yang mendapatkan karunia yang luar biasa ini sehingga bisa menjadi sampai kepada kesadaran Kṛṣṇa, maka ia harus menyirami benih pelayanan bhakti tersebut. Dan apakah yang merupakan air untuk menyiramnya itu? Śravaṇa-kīrtana-jale karaye secana. (CC Madhya 19.152). Inilah proses penyiraman yang dimaksudkan, yaitu dengan mendengar dan mengucapkan tentang Kṛṣṇa. Inilah proses penyiraman itu. Jangan pernah meninggalkan kelas, karena mendengar dan mengucapkan tentang Kṛṣṇa itu merupakan proses penyiraman atas benih pelayanan bhakti. Jika kamu melakukan hal itu hanya sebagai suatu formalitas saja maka kamu akan cenderung untuk tidak menghadiri kegiatan mendengar itu ....

Ini adalah hal yang paling penting. Śravaṇaṁ kīrtanaṁ viṣṇoḥ. (SB 7.5.23). Ini adalah hal yang paling penting. Mendengar. Śravaṇaṁ kīrtanam bukanlah berarti mendengar dan mengucapkan sesuatu mengenai makhluk lainnya. Bukan Tetapi, mengenai Viṣṇu. Śravaṇaṁ kīrtanam. Para bajingan itu, mereka justru menciptakan "kālī-kīrtana". Di manakah di dalam śāstra bisa ditemukan adanya kālī-kīrtana, śiva-kīrtana? Tidak ada. Kīrtana artinya adalah kegiatan untuk memuliakan Tuhan Yang Maha Kuasa, Kṛṣṇa. Itulah kīrtana. Bukannya kīrtana mengenai yang lainnya. Namun mereka justru sudah membuatnya dan .... mereka lalu saling bersaing, kālī-kīrtana. Di mana di dalam śāstra ada kālī-kīrtana? Durgā-kīrtana? Ini semua hanyalah omong kosong belaka. Yang ada hanyalah Kṛṣṇa. Śravaṇaṁ kīrtanaṁ viṣṇoḥ smaraṇaṁ pāda-sevanam. (SB 7.5.23). Kṛṣṇalah yang seharusnya dipuja, Kṛṣṇalah yang seharusnya didengar, Kṛṣṇalah yang seharusnya diucapkan, Kṛṣṇalah yang seharusnya diingat. Dengan demikian, maka kamu akan menjadi maju di dalam kesadaran Kṛṣṇa.

Terimakasih banyak. Hare Kṛṣṇa.