ID/Prabhupada 0658 - Śrīmad-Bhāgavatam Merupakan Gabungan Antara Jñāna-yoga Yang Utama Dengan Bhakti-yoga

Revision as of 07:57, 22 March 2017 by Gusti (talk | contribs) (Created page with "<!-- BEGIN CATEGORY LIST --> Category:1080 Indonesian Pages with Videos Category:Prabhupada 0658 - in all Languages Category:ID-Quotes - 1969 Category:ID-Quotes...")
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)


Invalid URL, must be MP3

Lecture on BG 6.13-15 -- Los Angeles, February 16, 1969

Para penyembah : Segala pujian bagi Śrīla Prabhupāda.

Prabhupāda : Hare Kṛṣṇa. Sāṅkhya-yoga adalah aṣṭāṅga-yoga. Sikap duduk dan meditasi, hal itu disebut sāṅkhya-yoga. Dan jñāna-yoga artinya adalah melalui proses filsafat. Melalui proses analisa mengenai siapakah Brahman itu dan siapakah yang bukan Brahman itu. Neti neti. Itulah jñāna-yoga. Seperti halnya Vedānta-sūtra, jñāna-yoga. Pelajarilah Vedānta-sūtra yang mengatakan, janmādy asya yataḥ. (SB 1.1.1). Mereka memberikan sebuah sandi isyarat, bahwa Brahman Yang Utama itu, Sang Kebenaran Mutlak itu, adalah sesuatu yang dari mana segalanya berasal. Sekarang, kita sedang berusaha untuk memahami apa yang merupakan hal tersebut. Dan hal itu dijelaskan di dalam Śrīmad-Bhāgavatam, mengenai apakah sifat-sifat dari Sang Kebenaran Mutlak. Kebenaran Mutlak, di dalam śloka pertama dari Śrīmad-Bhāgavatam dikatakan, janmādy asya yato 'nvayād itarataś cārtheṣv abhijñaḥ svarāṭ.(SB 1.1.1).

Sekarang, Kebenaran Mutlak, jika Beliau adalah penyebab utama dari semua yang dipancarkan, maka apa yang merupakan ciri-ciriNya? Bhāgavata mengatakan bahwa Beliau pastilah selalu sadar. Beliau tidak mati. Beliau pasti selalu sadar. Dan sadar yang seperti apa? Anvayād itarataś cārtheṣu. Seperti halnya aku sadar, kamu juga sadar. Tetapi aku tidak memahami diriku sendiri, berapa banyak rambut yang ada pada badanku. Aku menyatakan bahwa ini adalah kepalaku. Tetapi jika aku bertanya kepada seseorang, "Tahukah kamu berapa banyak rambut yang ada pada badanmu?" Pengetahuan yang seperti itu bukanlah pengetahuan. Tetapi Yang Utama, Bhāgavata mengatakan, bahwa Beliau memahami secara langsung dan secara tidak langsung. Aku tahu bahwa aku sedang makan, tetapi aku tidak tahu mengenai bagaimana proses makanku ini membantu peredaran darahku, bagaimana hal itu disalurkan, bagaimana hal itu bekerja, bagaimana hal itu bersirkulasi melalui pembuluh-pembuluh darah. Aku tidak mengetahui apappun. Tetapi Tuhan adalah Beliau yang mengetahui segalanya - Beliau mengetahui apa yang sedang terjadi pada setiap sudut dari ciptaanNya. Karena itulah Bhāgavata menjelaskan bahwa Kebenaran Yang Utama adalah yang merupakan sesuatu dari mana segalanya berasal. Beliau pastilah sadar secara sempurna. Sadar. Abhijñaḥ, abhijñaḥ berarti sadar.

Kamu mungkin akan bertanya, "Jika Beliau begitu perkasa, bijaksana dan sadar, maka Beliau pasti telah mempelajari hal itu dari sesuatu yang serupa ..." Tidak. Kita mengatakan bahwa jika Beliau mempelajari pengetahuan dari orang lain, maka Beliau bukanlah Tuhan. Svarāṭ. Dengan sendirinya, Beliau itu tidak bergantung pada siapapun. Inilah jñāna-yoga. Pembelajaran mengenai apakah sifat dari .... Cobalah menganalisa apa yang sehausnya merupakan sifat-sifat dari Yang Utama, yang dari mana segala sesuatunya berasal. Hal itu dijelaskan di dalam Śrīmad-Bhāgavatam. Karena itulah Śrīmad-Bhāgavatam merupakan gabungan antara jñāna-yoga yang utama dengan bhakti-yoga. Ya. Proses jñāna-yoga artinya adalah upaya pencarian Kebenaran Mutlak, atau upaya untuk memahami sifat-sifat dari Kebenaran Mutlak melalui cara-cara filsafat. Dan hal itu disebut sebagai jñāna-yoga. Sedangkan cara kita adalah bhakti-yoga. Bhakti-yoga berarti, suatu proses yang sama, dengan sasaran yang sama.

Seseorang berusaha untuk meraih tujuan akhir yang utama melalui cara-cara filsafat, ia berusaha memusatkan pikirannya kepada Yang Maha Kuasa. Dan yang lainnya, para bhakta, mereka hanya menyibukkan diri mereka untuk melayani Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga akhirnya Beliau berkenan mengungkapkan diriNya. Proses yang satu merupakan upaya untuk memahami melalui proses menaik. Sedangkan proses yang lain merupakan proses menurun. Seperti halnya di dalam kegelapan, jika kamu berusaha untuk memahami apakah matahari itu, melalui proses menaik, dengan cara terbang menggunakan pesawat terbang atau sputnikmu, dengan hanya sekedar berputar-putar di angkasa, maka kamu tidak akan melihat. Namun dengan melalui proses yang menurun, maka ketika matahari terbit, kamu menjadi memahami dengan segera. Proses menaik - proses melalui upayaku sendiri dan disebut proses induktif. Proses induktif. Seperti halnya ayahku berkata bahwa manusia itu bisa mati. Aku menerima hal itu. Sekarang, jika kamu ingin mempelajari apakah manusia itu benar-benar bisa mati, maka kamu harus mempelajarinya dengan cara menemui beribu-ribu orang untuk mengetahui apakah ia tidak bisa mati ataukah ia bisa mati. Hal seperti itu akan sangat membuang-buang waktu. Tetapi jika kamu menerima pengetahuan dari pihak berwenang yang lebih tinggi, bahwa manusia itu bisa mati, maka pengetahuanmu menjadi lengkap.

Jadi,

athāpi te deva padāmbuja-dvaya-
prasāda-leśānugṛhīta eva hi
jānāti tattvaṁ bhagavan-mahimno
na cānya eko 'pi ciraṁ vicinvan
(SB 10.14.29)

Karena itu dikatakan, "Tuhanku, seseorang yang telah menerima sedikit kebaikan dari Anda, maka ia bisa memahami Anda dengan sangat cepat. Dan mereka yang berusaha untuk memahami Anda melalui proses menaik, mereka mungkin akan berangan-angan selama jutaan tahun, dan mereka tetap saja tidak akan pernah memahami." Mereka tidak akan mengerti. Mereka akan menjadi frustrasi dan bingung. "Oh, Tuhan itu nol, tidak ada." Itu saja, dan selesai. Jika Tuhan itu nol, tidak ada, lalu bagaimana dari yang tidak ada, maksudku, bisa muncul begitu banyak angka-angka? Tuhan bukanlah nol, bukan tidak ada. Bhāgavata mengatakan, Vedānta juga mengatakan bahwa, janmādy asya yataḥ. (SB 1.1.1). Segala sesuatu dihasilkan dari Yang Utama. Sekarang, kita harus mempelajari bagaimana segala sesuatunya itu dihasilkan. Hal itu juga dijelaskan, bagaimana caranya, bagaimana prosesnya, bagaimana cara untuk mengetahuinya. Itulah Vedānta-sūtra. Vedānta berarti pengetahuan yang utama. Veda berarti pengetahuan dan anta adalah yang terakhir, yang utama. Jadi, Vedānta adalah pengetahuan yang utama. Dan pengetahuan yang utama adalah Tuhan Yang Maha Kuasa.