ID/Prabhupada 0686 - Seseorang Tidak Dapat Menangkap Angin Yang Bertiup - Dan Lebih Sulit Lagi Menangkap Pikiran Yang Bergelora: Difference between revisions

(Created page with "<!-- BEGIN CATEGORY LIST --> Category:1080 Indonesian Pages with Videos Category:Prabhupada 0686 - in all Languages Category:ID-Quotes - 1969 Category:ID-Quotes...")
 
(Vanibot #0023: VideoLocalizer - changed YouTube player to show hard-coded subtitles version)
 
Line 8: Line 8:
[[Category:Indonesian Language]]
[[Category:Indonesian Language]]
<!-- END CATEGORY LIST -->
<!-- END CATEGORY LIST -->
<!-- BEGIN NAVIGATION BAR -- DO NOT EDIT OR REMOVE -->
{{1080 videos navigation - All Languages|Indonesian|ID/Prabhupada 0685 - Sistem Bhakti-yoga Ini Bisa Dipraktekkan Oleh Seseorang Untuk Mendapatkan Hasil Yang Cepat Dan Kemudian Mencapai Keinsyafan Diri Serta Kebebasan Bahkan Di Dalam Kehidupan Ini Sekalipun|0685|ID/Prabhupada 0687 - Memusatkan Pikiran Seseorang Kepada Kekosongan - Itu Merupakan Sesuatu Yang Sangat Sulit|0687}}
<!-- END NAVIGATION BAR -->
<!-- BEGIN ORIGINAL VANIQUOTES PAGE LINK-->
<!-- BEGIN ORIGINAL VANIQUOTES PAGE LINK-->
<div class="center">
<div class="center">
Line 16: Line 19:


<!-- BEGIN VIDEO LINK -->
<!-- BEGIN VIDEO LINK -->
{{youtube_right|0ckuUImEe1U|Seseorang Tidak Dapat Menangkap Angin Yang Bertiup - Dan Lebih Sulit Lagi Menangkap Pikiran Yang Bergelora<br />- Prabhupāda 0686}}
{{youtube_right|E8GQVC1bd-c|Seseorang Tidak Dapat Menangkap Angin Yang Bertiup - Dan Lebih Sulit Lagi Menangkap Pikiran Yang Bergelora<br />- Prabhupāda 0686}}
<!-- END VIDEO LINK -->
<!-- END VIDEO LINK -->


<!-- BEGIN AUDIO LINK -->
<!-- BEGIN AUDIO LINK -->
<mp3player>http://vaniquotes.org/w/images/690219BG-LA_Clip6.MP3</mp3player>
<mp3player>https://s3.amazonaws.com/vanipedia/clip/690219BG-LA_Clip6.mp3</mp3player>
<!-- END AUDIO LINK -->
<!-- END AUDIO LINK -->


Line 28: Line 31:


<!-- BEGIN TRANSLATED TEXT -->
<!-- BEGIN TRANSLATED TEXT -->
Viṣṇujana: (membaca) Śloka tigapuluh empat. "Sebab pikiran selalu gelisah, bergelora, keras kepalan dan sangat kuat, O Kṛṣṇa, dan hamba pikir menaklukkan pikiran lebih sulit daripada mengendalikan angin. ([[Vanisource:BG 6.34|BG 6.34]])."  
Viṣṇujana: (membaca) Śloka tigapuluh empat. "Sebab pikiran selalu gelisah, bergelora, keras kepalan dan sangat kuat, O Kṛṣṇa, dan hamba pikir menaklukkan pikiran lebih sulit daripada mengendalikan angin. ([[ID/BG 6.34|BG 6.34]])."  


Prabhupāda : Ya. Bahkan jika kamu bisa mengendalikan amgin sekalipun ... itu adalah hal yang mustahil, tidak seorangpun yang bisa mengendalikan angin. Tetapi jika bahkan sekalipun secara teoritis bisa diterima bahwa kamu bisa mengendalikan angin, namun tetap saja mengendalikan pikiran itu merupakan hal yang mustahil. Itu sangatlah sulit untuk dilakukan. Pikiran selalu berkelip-kelip dan sangat bergelora. Lanjutkan!  
Prabhupāda : Ya. Bahkan jika kamu bisa mengendalikan amgin sekalipun ... itu adalah hal yang mustahil, tidak seorangpun yang bisa mengendalikan angin. Tetapi jika bahkan sekalipun secara teoritis bisa diterima bahwa kamu bisa mengendalikan angin, namun tetap saja mengendalikan pikiran itu merupakan hal yang mustahil. Itu sangatlah sulit untuk dilakukan. Pikiran selalu berkelip-kelip dan sangat bergelora. Lanjutkan!  

Latest revision as of 03:31, 12 July 2019



Lecture on BG 6.30-34 -- Los Angeles, February 19, 1969

Viṣṇujana: (membaca) Śloka tigapuluh empat. "Sebab pikiran selalu gelisah, bergelora, keras kepalan dan sangat kuat, O Kṛṣṇa, dan hamba pikir menaklukkan pikiran lebih sulit daripada mengendalikan angin. (BG 6.34)."

Prabhupāda : Ya. Bahkan jika kamu bisa mengendalikan amgin sekalipun ... itu adalah hal yang mustahil, tidak seorangpun yang bisa mengendalikan angin. Tetapi jika bahkan sekalipun secara teoritis bisa diterima bahwa kamu bisa mengendalikan angin, namun tetap saja mengendalikan pikiran itu merupakan hal yang mustahil. Itu sangatlah sulit untuk dilakukan. Pikiran selalu berkelip-kelip dan sangat bergelora. Lanjutkan!

Viṣṇujana : (membaca) Penjelasan. "Pikiran begitu kuat dan keras kepala sehingga kadang-kadang ia menguasai kecerdasan, walaupun seharusnya pikiran takluk pada kecerdasan. Bagi orang di dunia nyata yang harus bertempur menghadapi begitu banyak unsur-unsur yang menentangnya, maka pasti sulit sekali mengendalikan pikiran. Barangkali seseorang dapat menetapkan suatu keseimbangan mental yang tidak wajar terhadap kawan dan musuh, tetapi akhirnya tidak ada orang duniawi yang dapat mengendalikan pikiran, karena mengendalikan pikiran itu lebih sulit daripada mengendalikan angin yang sedang mengamuk.

Di dalam kesusastraan Veda dinyatakan, "Jiwa yang individual adalah penumpang di dalam kereta badan jasmani, dan kecerdasan adalah sang kusir. Pikiran adalah alat untuk mengemudikan, dan indria-indria adalah kuda. Seperti itulah, sang jiwa menikmati atau menderita sehubungan dengan pikiran dan indria-indrianya. Demikianlah pengertian dari para pemikir yang mulia." Seharusnya kecerdasan mengarahkan pikiran. Tetapi pikiran begitu kuat dan keras kepala sehingga kadang-kadang pikiran menguasai kecerdasan seseorang, seperti halnya infeksi yang gawat barangkali bisa melampaui kekuatan sejenis obat. Pikiran yang kuat seperti itu seharusnya dikendalikan dengan latihan yoga, tetapi latihan seperti itu tidak pernah praktis bagi orang duniawi seperti Arjuna. Jadi, apa yang dapat kita katakan tentang manusia modern? Contoh yang digunakan di sini sangat cocok, "Seseorang tidak dapat menangkap angin yang bertiup. Dan lebih sulit lagi menangkap pikiran yang bergelora."

Prabhupāda : Jadi, proses ini, proses berjapa Hare Kṛṣṇa ini, menangkap pikiran dengan segera. Begitu kamu berjapa, "Kṛṣṇa,"dan begitu kemudian kamu mendengarnya, maka dengan sendirinya pikiranmu menjadi mantap di dalam Kṛṣṇa. Ini berarti bahwa sistem yoga ini dengan segera bisa dicapai. Karena seluruh sistem yoga dimaksudkan untuk memusatkan pikiranmu kepada bentuk Viṣṇu.

Dan Kṛṣṇa merupakan kepribadian asli dari perluasan bentuk-bentuk Viṣṇu Kṛṣṇa di sini bisa dianggap seperti sebuah lampu. Sekarang, dari lampu itu, dari lilin itu, kamu bisa mengambil lilin lain dan menyalakannya. Maka akan ada lilin lain, lilin lainnya dan lilin lainnya lagi - ada ribuan lilin yang bisa kamu tambahkan. Setiap lilin tersebut sama bercahayanya seperti lilin yang awal itu. Tidak ada keraguan atas hal tersebut. Namun, orang harus mengganggap bahwa lilin awal itulah yang merupakan lilin yang asli. Begitu juga halnya, Kṛṣṇa memperluas diriNya di dalam berjuta-juta bentuk Viṣṇu. Setiap bentuk Viṣṇu itu sama sempurnanya seperti Kṛṣṇa, tetapi Kṛṣṇalah yang merupakan lilin yang asli, karena dari diriNyalah segala sesuatunya diperluas.

Jadi, seseorang yang entah bagaimana caranya telah memusatkan pikirannya kepada Kṛṣṇa, maka ia telah mencapai kesempurnaan yoga. Inilah intisari dari gerakan kesadaran Kṛṣṇa. Lanjutkan!