ID/Prabhupada 0746 - Kita Menginginkan Adanya Generasi Penerus Yang Bisa Mengajarkan Kesadaran Kṛṣṇa

Revision as of 10:05, 29 August 2017 by Gusti (talk | contribs) (Created page with "<!-- BEGIN CATEGORY LIST --> Category:1080 Indonesian Pages with Videos Category:Prabhupada 0746 - in all Languages Category:ID-Quotes - 1973 Category:ID-Quotes...")
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)




Lecture on SB 1.8.22 -- Los Angeles, April 14, 1973

Begitu kamu berjapa Hare Kṛṣṇa, maka dengan segera kamu memahami Kṛṣṇa. Begitu kamu melihat kaki padmaNya, jika kamu mendengarkan sloka ini .... Sloka di dalam bahasa Sansekerta ini dimaksudkan untuk memahami diri kita sendiri. Ini bukanlah sekedar hanya untuk menjual buku saja. Setiap orang dari kamu ... Kita harus mengulang-ulang sloka ini, terus menerus, sehingga kamu diharapkan bisa mengucapkan mantra-mantra ini. Bukannya bahwa buku ini hanya di simpan saja .... lalu, "Aku ini sarjana yang terpelajar." Sarjana terpelajar macam apakah yang seperti itu? "Jika aku bisa menemukan bukunya, maka aku bisa membahasnya." Itu bukanlah suatu kesarjanaan. Kamu harus mengucapkannya.

Karena itulah kita hanya mengajarkan bahasa Sansekerta saja kepada murid-murid kita di Dallas. Mereka tidak perlu melakukan hal lain lagi. Mereka tidak akan menjadi seorang ahli teknologi, atau menjadi pelayan dari seseorang. Tidak. Kita menginginkan adanya generasi penerus yang bisa mengajarkan kesadaran Kṛṣṇa. Jadi, jika mereka mempelajari bahasa Inggris serta bahasa Sansekerta dengan sungguh-sungguh, maka mereka akan mampu untuk membaca buku ini, dan hal itu sudah mencukupi. Kita tidak menginginkan hal lain lagi. Semua keterangan sudah ada di sana. Di seluruh penjuru dunia, pengetahuan mengenai apapun ada di sana, di dalam Śrīmad-Bhāgavatam, segala sesuatunya ada di sana. Ada kesusastraan, ada puisi, ada filsafat, ada agama, ada cinta kepada Tuhan, ada astronomi. Segala sesuatunya ada di sana. Śrīmad-bhāgavatam amalaṁ purāṇam. (SB 12.13.18). Vidyā bhāgavatāvadhiḥ. Jika seseorang mempelajari Śrīmad-Bhāgavatam ini dengan sungguh-sungguh, maka ia merupakan orang yang paling terdidik. Vidyā bhāgavatāvadhiḥ. Ini adalah sesuatu yang paling tinggi, yang paling utama. Jadi, bagi pendidikan, vidyā, hanya Śrīmad-Bhāgavatam sajalah pilihannya. Jika seseorang mempelajari Śrīmad-Bhāgavatam, maka ia menjadi sangat mahir dan berpengalaman di dalam setiap pokok bahasan.

Jadi, kita berkeinginan untuk menciptakan suatu generasi baru di negaramu, sehingga di masa yang akan datang akan ada pembicara Śrīmad-Bhāgavatam yang sangat fasih, yang akan mengajarkan hingga ke seluruh penjuru negara ini, dan negaramu akan menjadi terselamatkan. Itulah program kita. Kita telah datang kemari bukan untuk memanfaatkan negaramu, tetapi justru untuk memberimu sesuatu yang penting. Dan itu adalah gerakan kesadaran Kṛṣṇa ini. Jadi bacalah Śrīmad-Bhāgavatam, ucapkanlah setiap sloka dengan sangat baik. Itulah sebabnya kita selalu mengulang-ulang. Dengarkanlah rekamannya dan berusahalah untuk mengulangnya kembali. Hanya dengan mengucapkan mantra itu, maka kamu akan menjadi disucikan. Hanya dengan mengucapkannya saja ... Bahkan meskipun kamu tidak memahami arti dari satu katanya sekalipun, meskipun jika kamu hanya sekedar mengucapkannya, namun getaran suara tersebut sungguh-sungguh memiliki kekuatan yang besar.

Śṛṇvatāṁ sva-kathāḥ kṛṣṇaḥ puṇya-śravaṇa-kīrtanaḥ. (SB 1.2.17). Jika kamu dengan sungguh-sungguh mengucapkan dan menggetarkan suaramu atas sloka ini, sloka-sloka ini, ślokas ini, sloka-sloka yang bersifat puṇya-śravaṇa-kīrtanaḥ, maka tidak perlu adanya pemahaman. Puṇya-śravaṇa-kīrtanaḥ - puṇya berarti saleh, śravaṇa berarti mendengar dan kīrtana berarti mengucapkan. Seseorang yang mengucapkan sloka ini, dan seseorang yang mendengarkan sloka ini, keduanya akan menjadi saleh dengan sendirinya. Saleh. Untuk menjadi saleh, seseorang harus berusaha dengan sungguh-sungguh, melakukan hal ini, melakukan hal itu, tetapi kamu cukup melakukannya hanya hanya mendengarkan sloka-sloka dari Śrīmad-Bhāgavatam dan Bhagavad-gītā saja. Karena itu, sebagai suatu prinsip utama, maka di dalam setiap temple hendaknya ada pengajaran untuk mendengarkan dan untuk mengucapkan. Tanpa mendengar dan mengucapkan, maka mustahil kita bisa menjadi seorang pemimpin. Kamu bisa, kamu bisa menjadi seorang pemimpin di dunia material, tetapi tidak di dunia spiritual.