ID/Prabhupada 0949 - Kita Sudah Menjadi Sangat Maju Di Dalam Hal Pendidikan, Namun Kita Bahkan Tidak Mempelajari Tentang Gigi Kita Sendiri

Revision as of 16:13, 2 November 2017 by Gusti (talk | contribs) (Created page with "<!-- BEGIN CATEGORY LIST --> Category:1080 Indonesian Pages with Videos Category:Indonesian Pages - 207 Live Videos Category:Prabhupada 0949 - in all Languages C...")
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)




720831 - Lecture - New Vrindaban, USA

Jadi, aku akan menjelaskan lebih lanjut mengenai sebuah lagu, yang dinyanyikan oleh Narottama dāsa Ṭhākura. Narottama dāsa Ṭhākura adalah salah seorang ācārya pendahulu kita, seorang guru kita, dan lagu-lagunya diterima di dalam masyarakat Vaiṣṇava sebagai kebenaran Veda. Ia telah menulis di dalam bahasa yang sederhana, tetapi di dalamnya terkandung kebenaran Veda. Dan ia sudah menulis sangat banyak lagu. Salah satu lagunya adalah, hari hari biphale janama goṅāinu. Ia berkata, Tuhanku yang baik, aku benar-benar sudah menyia-nyiakan waktu di dalam kehidupanku yang sangat berharga." Biphale janama goṅāinu. Setiap orang sudah terlahir sebagai manusia, tetapi ia tidak tahu bagaimana cara memanfaatkan kelahiran itu. Ia justru memanfaatkan kelahiran itu sebagaimana layaknya para binatang.

Binatang melakukan kegiatan makan, sementara kita membuat pengaturan-pengaturan kegiatan makan yang dibuat-buat. Itulah yang dianggap sebagai kemajuan kita. Di dalam kerajaan binatang, setiap binatang tertentu memiliki jenis makanan tertentu. Seperti halnya harimau. Seekor harimau makan daging dan darah, tetapi jika kamu memberikan jeruk serta anggur yang menyegarkan itu kepada sang harimau, maka ia tidak akan menyentuhnya sama sekali, karena itu bukanlah makanannya. Sama halnya dengan seekor babi. Seekor babi makan kotoran. Jika kamu memberinya halavā, maka ia juga tidak akan menyentuhnya. (tertawa). Bisa dipahami?

Jadi, setiap binatang tertentu memiliki jenis makanan tertentu. Maka sama halnya, kita para manusia, kita juga memiliki jenis makanan tertentu. Apakah itu? Buah-buahan, susu, biji-bijian. Sebagaimana gigi kita diciptakan untuk itu - ambillah satu jenis buah, maka kamu akan dengan mudah bisa memotong buah tersebut menjadi bagian-bagian kecil dengan menggunakan gigi tersebut. Tetapi jika kamu mencoba melakukan hal itu pada sekerat daging, maka akan sulit bagi kita untuk bisa memotong daging itu dengan menggunakan gigi tersebut. Seekor harimau memiliki jenis gigi yang khusus, sehingga ia bisa dengan segera merobek daging tersebut menjadi bagian-bagian yang kecil.

Jadi, kita sudah menjadi sangat maju di dalam hal pendidikan, namun kita bahkan tidak mempelajari tentang gigi kita sendiri. Kita hanya pergi ke dokter gigi untuk berobat. Itu saja. Itulah kemajuan peradaban kita. Sedangkan sang harimau bahkan tidak pernah pergi ke dokter gigi. (tertawa). Gigi sang harimau itu sangatlah kuat sehingga ia bisa merobek daging tersebut menjadi bagian-bagian yang kecil, dan ia juga tidak memerlukan seorang dokter gigi, karena ia tidak makan apapun yang bukan merupakan makanan yang sewajarnya baginya. Tetapi justru kita makan segala sesuatu yang keliru, sehingga akhirnya kita memerlukan bantuan dari seorang dokter gigi.

Jadi, manusia sudah memiliki jenis urusan yang tertentu. Urusan itu adalah untuk mempelajari serta untuk membicarakan kehidupan bhāgavata. Itulah yang merupakan urusan kita yang sewajarnya. Bhāgavata-dharma. Hendaknya kita berusaha untuk memahami Bhagavān. Bhāgavata-dharma, sebagaimana sudah aku jelaskan sebelumnya. Bhagavān beserta dengan para bhakta atau bhāgavata, hubungan antar mereka itu disebut sebagai bhāgavata-dharma. Jadi, hubungan ini sangatlah mudah diwujudkan. Bagaimana caranya? Kamu hanya harus mendengarkan tentang Kṛṣṇa secara sungguh-sungguh.