ID/Prabhupada 1025 - Kṛṣṇa Sedang Menunggu, "Kapankah Sang Bajingan Ini Memalingkan Wajahnya KepadaKu?"

Revision as of 03:59, 12 July 2019 by Vanibot (talk | contribs) (Vanibot #0023: VideoLocalizer - changed YouTube player to show hard-coded subtitles version)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)


731129 - Lecture SB 01.15.01 - New York

Pradyumna : (membaca) Terjemahan, "Sūta Gosvāmī berkata, Arjuna, teman yang terkemuka dari Tuhan Śri Kṛṣṇa, sedang sangat berduka cita karena perasaan sedih yang ditanggungnya akibat perpisahan dengan Kṛṣṇa jauh melebihi dan melampaui semua pertanyaan yang diajukan oleh Mahārāja Yudhiṣṭhira." (SB 1.15.1).

Prabhupāda : Jadi, evaṁ kṛṣṇa sakhaḥ kṛṣṇo. Nama lain Arjuna adalah Kṛṣṇa-sakha. Dan terkadang ia juga disebut sebagai Kṛṣṇa, karena penampilan badan Arjuna hampir sama dengan penampilan badan Kṛṣṇa. Jadi, Arjuna menjadi sangat murung karena dipisahkan dari Kṛṣṇa. Dan kakak laki-lakinya sedang bertanya apakah kemurungannya disebabkan oleh alasan ini atau itu. Sebenarnya, ia merasa tidak berbahagia akibat dipisahkan dari Kṛṣṇa. Sama halnya, bukan hanya Arjuna saja, tetapi kita semua, kita juga akan menjadi murung seperti itu ...

Sebagaimana halnya Kṛṣṇa, Arjuna juga adalah makhluk hidup dan demikian juga kita adalah makhluk hidup. Jadi, kita juga merasa tidak berbahagia karena kita dipisahkan dari Kṛṣṇa. Para filsuf atau ilmuwan modern, mereka mungkin akan memberikan nasihat atau akan berpikir yang sebaliknya, yaitu bahwa mereka bisa memperbaiki keadaan dunia melalui cara mereka, tetapi itu tidaklah mungkin. Kita merasa tidak berbahagia karena dipisahkan dari Kṛṣṇa. Mereka tidak memahami hal itu. Seperti halnya seorang anak kecil, ia sedang menangis dan tidak seorangpun bisa mengatakan mengapa ia menangis. Tetapi sebenarnya, sang anak itu pada umumnya menangis karena dipisahkan dari ibunya. Jadi, hal itu bukanlah merupakan permasalahan dari Arjuna dengan Kṛṣṇa saja, melainkan itu adalah permasalahan kita semua ...

Di dalam Upaniṣad dikatakan bahwa Paramātmā, Kṛṣṇa dan makhluk hidup, mereka sedang duduk pada pohon yang sama, samāni vṛkṣe. Makhluk hidup yang satu sedang memakan buah dari pohon tersebut, sedangkan makhluk hidup lainnya hanya sedang menyaksikan hal itu saja, anumantā. Jadi Kṛṣṇa, Beliau berada di dalam hati setiap orang, īśvaraḥ sarva-bhūtānāṁ hṛd-deśe 'rjuna tiṣṭhati. (BG 18.61). Karena tanpa persetujuaNya, makhluk hidup tidak bisa melakukan apapun. Sarvasya cāhaṁ hṛdi sanniviṣṭo. (BG 15.15), Kṛṣṇa berkata bahwa, "Aku duduk di dalam hati setiap orang."

Jadi, makhluk hidup ingin melakukan sesuatu sesuai dengan keinginannya sendiri. Kṛṣṇa berkata, atau Kṛṣṇa memberikan saran yang baik bahwa, "Ini tidak akan membuat engkau berbahagia, jangan lakukan hal ini." Tetapi sang makhluk hidup tetap berkeras hati ingin melakukan hal itu. Maka kemudian Kṛṣṇa sebagai Paramātmā, memberikan persetujuanNya, "Baiklah, lakukanlah hal itu dan tanggunglah resikonya sendiri." Demikianlah yang terjadi. Setiap orang dari kita sebenarnya terhubung sangat dekat dengan Kṛṣṇa dan Beliau duduk di dalam hati setiap orang. Kṛṣṇa itu begitu baiknya dan Beliau sedang menunggu, "Kapankah sang bajingan ini memalingkan wajahnya kepadaKu?" Beliau hanya sedang mengamati .... Beliau sangatlah baik. Tetapi kita, para makhluk hidup, kita ini begitu sangat kurang ajarnya, sehingga kita memalingkan wajah kita kepada segala sesuatu kecuali Kṛṣṇa. Inilah kedudukan kita.