ID/Prabhupada 0266 - Kṛṣṇa Adalah Brahmacārī Yang Sempurna

From Vanipedia
Jump to: navigation, search

Kṛṣṇa Adalah Brahmacārī Yang Sempurna
- Prabhupāda 0266


Lecture on BG 2.10 -- London, August 16, 1973

Prabhupāda : Jadi, Bhīṣmadeva, di dalam Rājasūya-yajña, menyatakan bahwa, "Tidak seorangpun merupakan brahmacārī yang lebih baik daripada Kṛṣṇa. Beliau ada bersama dengan para gopī, yang semuanya adalah gadis-gadis muda, tetapi beliau tetap menjadi seorang brahmacārī. Seandainya aku yang ada bersama para gopī tersebut, maka aku tidak tahu apa dan bagaimana keadaanku nantinya." Jadi, karena itu Kṛṣṇa adalah brahmacārī yang sempurna, Hṛṣīkeśa. Dan para bajingan ini mengatakan bahwa Kṛṣṇa itu tidak bermoral. Tidak. Kṛṣṇa adalah brahmacārī yang sempurna. Dhīra. Dhīra berarti seseorang yang tidak menjadi terkacaukan bahkan ketika terdapat penyebab dari kekacauan itu. Jadi, Kṛṣṇa benar-benar seorang brahmacārī. Meskipun ....... Pada ambang masa remajaNya, pada usia 15 atau 16 tahun, semua gadis desa merupakan temanNya, dan mereka semua sangat tertarik kepada ketampanan Kṛṣṇa. Mereka terbiasa mendatangi Kṛṣṇa untuk menari di desa. Namun, Beliau itu tetap brahmacārī. Kamu tidak akan pernah mendengar bahwa Kṛṣṇa melakukan hubungan seks yang terlarang. Tidak. Tidak pernah ada uraian mengenai hal seperti itu. Terdapat uraian mengenai tarian, tetapi tidak pernah ada uraian mengenai pil kontrasepsi. Tidak. Tidak pernah ada uraian seperti itu di sini. Karenanya Beliau adalah Hṛṣīkeśa. Hṛṣīkeśa. berarti brahmacārī yang sempurna. Vikāra-hetu, bahkan bila ada penyebab untuk menjadi terkacaukan, Beliau sama sekali tidak terkacaukan. Itulah Kṛṣṇa. Beliau memiliki ribuan dan ribuan penyembah, dan sebagian dari para penyembah itu, jika mereka menginginkan Kṛṣṇa sebagai kekasih mereka, maka Kṛṣṇa menerimanya, tetapi Beliau tidak memerlukan orang lain. Beliau tidak memerlukannya. Beliau itu mencukupi diriNya sendiri. Beliau tidak memerlukan bantuan orang lain untuk memuaskan indria-indriaNya. Karena itu, Kṛṣṇa adalah Hṛṣīkeśa, sang penguasa dari indria-indria.

Jadi, paling tidak para penyembah Kṛṣṇa ....... Ada banyak contoh dari penyembah Kṛṣṇa. Mereka juga ........ Mengapa disebut banyak? Hampir semua penyembah, mereka juga adalah penguasa dari indria-indria, gosvāmī. Seperti halnya Haridāsa Ṭhākura, kalian telah mengetahuinya. Haridāsa Ṭhākura adalah seorang pemuda, dan kepala desa, sang zamindar, adalah seorang Muslim. Jadi, semua orang memuji Haridāsa Ṭhākura, sebagai seorang penyembah yang mulia. Karenanya, sang zamindar, sang kepala desa, ia menjadi sangat iri. Maka kemudian ia menugaskan seorang pelacur untuk menggoda dan menjatuhkan Haridāsa Ṭhākura. Sang pelacur itu datang saat tengah malam, dengan berpakaian yang sangat indah dan menarik. Ia juga adalah seorang gadis yang masih muda dan sangat cantik. Lalu ia memohon bahwa, "Saya datang karena saya tertarik dengan ketampanan anda." Haridāsa Ṭhākura menjawab, "Tidak apa-apa. Mari, silahkan duduk. Biarkan aku menyelesaikan japaku. Kemudian kita akan bersenang-senang." Maka sang pelacur tadi duduk. Tetapi, Haridāsa Ṭhākura terus berjapa, ia terus saja berjapa ....... Kita ini, kita bahkan tidak bisa berjapa sebanyak enambelas putaran, tetapi Haridāsa Ṭhākura berjapa sebanyak tiga kali enampuluh empat putaran. Berapa jumlahnya itu?

Revatinandana : 196.

Prabhupāda : 196 putaran. Dan hanya itulah yang merupakan urusannya. Hare Kṛṣṇa, Hare Kṛṣṇa, Kṛṣṇa Kṛṣṇa... Jadi, kadang-kadang seseorang ingin meniru Haridāsa Ṭhākura. Itu mustahil. Jadi, Haridāsa Ṭhākura, saat hari menjelang pagi, sang pelacur berkata, "Tuan, sekarang sudah pagi." "Ya, kalau begitu beok malam aku akan melakukannya ..... Datanglah besok malam. Hari ini aku tidak bisa menyelesaikan japaku." Itu sebenarnya hanyalah merupakan suatu alasan saja. Dan dengan cara seperti itu, tiga hari telah berlalu. Dan karenanya, sang pelacur tersebut menjadi terubahkan, sehingga ia menjatuhkan diri di kaki Haridāsa Ṭhākura ...., "Tuan, saya datang untuk menjatuhkan anda. Sekarang, mohon selamatkan saya, saya yang sangat jatuh ini." Maka Haridāsa Ṭhākura menjawab, "Ya, aku tahu itu. Aku bisa saja pergi meninggalkan tempat ini dengan segera saat kamu datang, tetapi aku menginginkan kamu datang kepadaku, sehingga kamu bisa dirubah untuk masuk ke dalam Vaisnavisme ini." Jadi, sang pelacur itu menjadi seorang penyembah yang agung atas karunia dari ...... Haridāsa Ṭhākura berkata, "Kamu duduklah di tempat ini. Kemudian kamu berjapalah Hare Kṛṣṇa di depan pohon tulasi ini. Sekarang aku akan meninggalkan tempat ini."