ID/Prabhupada 0293 - Ada Duabelas Macam Rasa, Atau Suasana Hati

From Vanipedia
Jump to: navigation, search

Ada Duabelas Macam Rasa, Atau Suasana Hati
- Prabhupāda 0293


Lecture -- Seattle, October 4, 1968

Kṛṣṇa berarti "yang maha menarik." Beliau menarik bagi sang kekasih. Beliau menarik bagi para bijak. Beliau menarik bagi para politikus, Beliau menarik bagi para ilmuwan, Beliau menarik bagi para penjahat. Bagi para penjahat juga. Ketika Kṛṣṇa memasuki arena pertarungan milik Kaṁsa, maka berbagai macam orang yang berbeda-beda melihatNya secara berbeda-beda pula. Mereka yang diundang untuk datang dari Vṛndāvana, mereka adalah para gadis muda. Mereka melihat Kṛṣṇa dan berseru, "Oh, orang yang paling tampan." Mereka yang adalah para pegulat, mereka melihat Kṛṣṇa sebagai halilintar. Mereka juga melihat Kṛṣṇa, namun mereka berkata, "Oh, inilah sang halilintar." Seperti halnya, seberapa kuatnya kamu, namun jika halilintar menyambar, maka segala sesuatunya selesai. Jadi, para pegulat itu melihat Kṛṣṇa sebagai halilintar. Ya. Dan para orang yang lebih tua, para ibu, mereka melihat Kṛṣṇa sebagai sang anak tercinta.

Jadi, kamu bisa membangun hubungan dengan Kṛṣṇa melalui berbagai macam cara. Ada duabelas macam rasa, atau suasana hati. Seperti halnya kadang-kadang kita ingin melihat suatu adegan yang sangat menyedihkan dalam suatu drama, atau sejumlah adegan yang mengerikan. Seseorang sedang membunuh seseorang lainnya dan kita menjadi senang melihat hal tersebut. Ada beberapa jenis orang tertentu ....... Dan ada beberapa jenis kegiatan hiburan. Salah satu murid kita di Montreal, ia mengatakan bahwa ayahnya menikmati pertarungan melawan banteng di Spanyol. Ketika banteng tersebut terbunuh di dalam pertarungan, ia merasa puas - ada jenis orang yang berbeda-beda. Seseorang melihat hal itu dan berkata, "Itu mengerikan," namun orang yang lain menikmati hal itu, "Oh, itu sangat menyenangkan." Kamu bisa memahami?

Jadi, Kṛṣṇa bisa mengakomodasi semua itu. Jika kamu ingin mencintai hal-hal yang mengerikan, maka Kṛṣṇa bisa hadir bagimu sebagai Nṛsiṁhadeva. "Ah." (tertawa). Ya. Dan jika kamu ingin melihat Kṛṣṇa sebagai teman yang penuh belas kasih, maka Beliau adalah Vamśī-dhārī, Vṛndāvana-vihārī. Jika kamu menginginkan Kṛṣṇa sebagai anak yang tercinta, maka Beliau adalah Gopāla. Jika kamu menginginkan anak sebagai sebagai teman yang penuh cinta kasih, maka Beliau adalah Arjuna. Seperti halnya Arjuna dengan Kṛṣṇa. Jadi, ada duabelas macam suasana hati. Kṛṣṇa bisa diakomodasi melalui semua suasana hati tersebut, karenanya namaNya adalah Akhila-rasāmṛta-sindhu. Akhila-rasāmṛta-sindhu.. Akhila berarti universal ; rasa berarti lembut, suasana hati. dan lautan. Seperti halnya jika kamu berusaha untuk menemukan air, dan ketika kamu sampai di hadapan Samudera Pacific, oh, itu adalah air yang jumlahnya tak terbatas. Tidak ada perbandingan bagi berapa banyak air yang ada di sana. Sama halnya, jika kamu menginginkan sesuatu dan jika kamu mendekati Kṛṣṇa, maka kamu akan menemukan persediaan yang tak terbatas, seperti halnya lautan tadi. Karena itulah dikatakan di dalam Bhagavad-gītā, yaṁ labdhvā cāparaṁ lābhaṁ manyate nādhikaṁ tataḥ. Jika seseorang bisa mendekati atau mencapai Kebenaran Mutlak tersebut, maka ia akan terpuaskan dan ia akan berkata, "Oh, aku tidak memiliki keinginan lagi. Aku sudah memiliki segalanya dengan lengkap dan dalam kepuasan sepenuhnya." Yaṁ labdhvā cāparaṁ lābhaṁ manyate nādhikaṁ tataḥ yasmin sthite. Dan jika seseorang ditempatkan pada kedudukan rohani seperti itu, lalu apakah yang terjadi? Guruṇāpi duḥkhena na vicālyate. (BG 6.20-23). Jika terdapat suatu ujian berupa kesulitan yang berat, maka ia, maksudku, tidak menjadi goyah.

Ada banyak contoh di dalam Śrīmad-Bhāgavatam. Seperti halnya di dalam Bhagavad-gītā, para Pāṇḍava ditempatkan di dalam begitu banyak keadaan yang penuh dengan penderitaan, namun mereka tidak pernah menjadi goyah. Mereka tidak pernah memohon kepada Kṛṣṇa, "Kṛṣṇa yang baik, Anda adalah teman saya, Anda adalah teman kami, para Pāṇḍava. Mengapa kami menjalani begitu banyak ujian berupa kesulitan-kesulitan yang sangat berat?" Tidak. Mereka tidak pernah melakukannya. Karena mereka yakin bahwa, "Sebagai ganti dari semua kesulitan ini, kami akan muncul sebagai pemenangnya, karena Kṛṣṇa ada di sini. Karena Kṛṣṇa ada di sini." Inilah keyakinan. Inilah yang disebut sebagai śaraṇāgati, penyerahan diri.