ID/Prabhupada 0433 - Kita Mengatakan, "Jangan Melakukan Hubungan Seks Terlarang"

From Vanipedia
Jump to: navigation, search

Kita Mengatakan, "Jangan Melakukan Hubungan Seks Terlarang"
- Prabhupāda 0433


Morning Walk -- May 13, 1975, Perth

Gaṇeśa : Śrīla Prabhupāda, di dalam Śrī Īśopaniṣad dikatakan bahwa seseorang harus mempelajari proses mengenai kebodohan, bersama-sama dengan proses mengenai keinsyafan diri.

Prabhupāda : Hmm?

Gaṇeśa : Di dalam Īśopaniṣad, mengenai pravṛtti dengan nivṛtti. Bagaimanakah yang dimaksud itu?

Prabhupāda : Apakah pravṛtti dan nivṛtti itu?

Amogha : Ia berkata bahwa di dalam Īśopaniṣad, dikatakan bahwa anda seharusnya mempelajari proses mengenai keinsyafan diri bersama-sama dengan proses mengenai kebodohan.

Prabhupāda : Kebodohan, ya. Itu adalah pravṛtti dan nivṛtti. Pravṛtti berarti pemuasan indria-indria. Dan nivṛtti adalah penolakan diri. Jadi, kita mengatakan, "Jangan melakukan hubungan seks terlarang," karena kecenderungan mereka adalah melakukan hubungan seks terlarang, karena itu apa yang kita katakan itu merupakan suatu perubahan. Mereka adalah para orang-orang materialistik. Mereka menginginkan kenikmatan seks hingga tingkatan yang terbaik - homoseks, seks ini, seks itu, tarian telanjang, semua hal yang mengarah kepada seksualitas, pravṛtti. Dan kita mengatakan, "Hentikanlah itu," nivṛtti. Jadi, mereka tidak menyukainya, karena mereka adalah para asura. Pravṛtti jagat.

Mereka tidak memahami bahwa tidak melakukan hubungan seks terlarang ini sangatlah penting. Mereka tidak memahaminya. Hal ini sangat penting. Tapasā brahmacaryena. (SB 6.1.13). Tapasā berarti brahmacarya. Mereka yang hanya namanya saja swami itu, mereka berasal dari yang hanya namanya saja praktek yoga yang seperti ini dan .... Namun mereka sendiri justru merupakan korban dari seks itu sendiri. Dan hal ini terus berlangsung. Sebenarnya, ini adalah suatu kegiatan berpura-pura saja - di mana mereka solah-olah telah menjadi swami dan sedang mengajarkan suatu sistem yoga - karena sebenarnya mereka tidak memahami bahwa seseorang haruslah menghentikan hubungan seks terlarang ini terlebih dahulu. Brahmacaryena.

Jadi, kepura-puraan ini sedang berlangsung terus di seluruh dunia, dan kita sedang menyatakan penolakan atas hal ini. Murkhayopadeśo hi prakopāya na śāntaye. Jika kamu memberikan petunjuk kepada para bajingan itu, maka pastilah ia akan marah. Ia tidak akan memanfaatkan kebaikan dari hal itu. Itulah kedudukan kita. Semua yang disebut sebagai para profesor, para filsuf, mereka semua itu ada di dalam pravṛtti-mārga. Karena itulah mereka membutuhkan seseorang seperti itu, "Penafsiran kami adalah seperti ini." Pravṛtti-mārga. Karena jika mereka bisa menemukan sejumlah dukungan dari śāstra, maka mereka berpikir, "Kita aman." Hal seperti ini terus berlangsung. Pravṛttim ca nivṛttim janā na vidur āsurāḥ. Seluruh dunia ini dipenuhi oleh para asura yang merupakan keturunan dari Hiraṇyakaśipu, dan ini sangatlah menyulitkan. Tetapi jika kita memberikan mereka kesempatan untuk mengucapkan mantra Hare Kṛṣṇa, maka secara bertahap mereka akan memahami hal itu.

(terhenti lama).

Kesulitan kita adalah bahwa yang hanya namanya saja para swami, para pendeta, paus, mereka semuanya itu ada di dalam pravṛtti-mārga. Mereka semua adalah para pendeta, tetapi mereka sendiri melakukan hubungan seks yang terlarang. Pravṛtti-mārga. Jadi, mereka mengijinkan bahwa, "Ya, anda boleh melakukan kegiatan homoseks dengan pria." Mereka bahkan mengijinkan pernikahan antara pria dengan pria. Tahukah kamu? Mereka melaksanakan upacara pernikahan antara pria dengan pria di gereja secara terbuka. Manusia dari golongan apakah mereka itu? Dan justru mereka itu adalah pendeta. Lihatlah? Orang-orang yang sangat rendah, para pemabuk ..... Mereka memiliki rumah sakit yang dikhususkan untuk menyembuhkan penyakit mabuk-mabukan mereka itu. Limaratus orang pasien di dalam sebuah rumah sakit di Amerika, semuanya adalah para pemabuk dan mereka adalah pendeta. Lihatlah? Hanya sekedar memakai baju panjang, apa namanya, mantel?

Śrutakīrti : Jubah.

Amogha : Pakaian?

Prabhupāda : Jubah dan salib, cukup dengan memakai itu mereka sudah menjadi pendeta. Demikian juga di India, hanya dengan memakai benang suci, maka menjadilah ia seorang brāhmaṇa. Benang suci yang bisa dibeli hanya seharga dua paisa. Itu saja.

Paramahaṁsa : Bahkan para portir pengangkut bagasi di stasiun kereta api juga memakai yang seperti itu.

Prabhupāda : Dan hanya dengan membawa sebuah daṇḍa, tongkat yang sederhana, menjadilah ia seorang sannyāsī. Ini terjadi di seluruh dunia. Mussulman, hanya dengan memelihara jenggot yang lebat, jadilah ia seorang mussulman. Mussuleḥ iman. Musseleḥ berarti lengkap, dan iman berarti jujur. Itulah arti sebenarnya dari Mussulman. Jujur sepenuhnya, sepenuhnya berbhakti.