ID/Prabhupada 0548 - Jika Kamu Sudah Sampai Pada Tataran Pemujaan Kepada Hari

From Vanipedia
Jump to: navigation, search

Jika Kamu Sudah Sampai Pada Tataran Pemujaan Kepada Hari
- Prabhupāda 0548


Lecture -- New York, April 17, 1969

Jadi, ārādhito yadi haris tapasā tataḥ kim. (Nārada Pañcarātra). Kita memuja govindam ādi-puruṣaṁ, Kepribadian Tuhan Yang Maha Kuasa yang asli, yang dikenal sebagai Hari. Kesusastraan Veda mengatakan, ārādhito yadi hariḥ. Jika kamu sudah sampai pada tataran pemujaan kepada Hari, Kepribadian Tuhan Yang Maha Kuasa, tapasā tataḥ kim, maka tidak ada lagi pertapan, penebusan dosa, praktek yoga. atau ini atau itu, begitu banyak kurban suci, upacara-upacara ..... semuanya sudah selesai.

Kamu tidak perlu lagi bersusah payah melakukan hal-hal itu, jika kamu sudah sampai pada tataran pengurbanan segala sesuatunya untuk Hari. Ārādhito yadi haris tapasā tataḥ kim. Dan, nārādhito yadi haris tapasā tataḥ kim. Jika kamu sudah melaksanakan pertapaan, penebusan dosa, kurban suci, upacara-upacara keagamaan, segala sesuatunya, tetapi kamu tidak memahami siapakah Hari itu, maka semuanya itu sia-sia belaka, semuanya tidak berguna. Nārādhito yadi hariḥ, nārādhitaḥ. Jika kamu tidak sampai pada tataran pemujaan kepada Hari, maka semua hal itu menjadi tidak berguna. Tataḥ kim. Antarbahir yadi haris tapasā tataḥ kim. Jika kamu selalu melihat Hari di dalam dirimu dan jika kamu juga selalu melihat Hari di luar dirimu, di dalam dan di luar ..... Tad vantike tad dūre tad ...... Apakah ślokanya? Īśopaniṣad? Tad antare ... Dūre tad antike sarvasya. Hari ada di mana-mana, jadi seseorang yang melihat Hari, antike, dekat dan .... Atau di tempat yang jauh, di dalam, di luar, maka ia tidak melihat apapun selain Hari saja. Bagaimana hal seperti itu bisa terjadi? Premāñjana-cchurita-bhakti-vilocanena. (Bs. 5.38). Pada saat seseorang sudah melebur ke dalam cinta kepada Tuhan, maka ia tidak melihat apapun di dunia ini selain Hari. Seperti itulah pengelihatannya.

Jadi, antarbahir yadi hari, di dalam dan di luar, jika kamu selalu melihat Hari, Kṛṣṇa, tapasā tataḥ kim, lalu apa gunanya semua pertapaan serta penebusan dosa yang kamu lakukan? Kamu sudah berada pada tingkatan yang tertinggi. Itulah yang diinginkan. Nanta-bahir yadi haris tapasā tataḥ kim. Dan jika kamu selalu tidak melihat Hari di dalam dan di luar, lalu apa nilai dari pertapaanmu? Karena itulah kita mengucapkan mantra ini di pagi hari, govindam ādi-puruṣam tam ahaṁ bhajāmi. Kita tidak memiliki urusan yang lain. Urusan kita hanyalah untuk memuaskan Govinda, Kepribadian Tuhan Yang Maha Kuasa, Kṛṣṇa. Maka kemudian segala sesuatunya menjadi lengkap. Beliau lengkap, pemujaan kepadaNya lengkap dan penyembahNya juga lengkap. Segala sesuatunya lengkap.

Terimakasih banyak.