ID/BG 10.14

Revision as of 23:23, 27 June 2018 by Vanibot (talk | contribs) (Vanibot #0019: LinkReviser - Revised links and redirected them to the de facto address when redirect exists)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)
Śrī Śrīmad A.C. Bhaktivedanta Swami Prabhupāda


ŚLOKA 14

सर्वमेतदृतं मन्ये यन्मां वदसि केशव ।
न हि ते भगवन्व्यक्तिं विदुर्देवा न दानवाः ॥१४॥
sarvam etad ṛtaḿ manye
yan māḿ vadasi keśava
na hi te bhagavan vyaktiḿ
vidur devā na dānavāḥ

Sinonim

sarvam—semua; etat—ini; ṛtam—kebenaran; manye—hamba mengakui; yat—yang; mām—kepada hamba; vadasi—Anda memberitahukan; keśava—o Kṛṣṇa; na—tidak pernah; hi—pasti; te—milik Anda; bhagavan—o Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa; vyaktim—wahyu; viduḥ—dapat mengenal; devāḥ—para dewa; na—tidak juga; dānavāḥ—para raksasa.

Terjemahan

O Kṛṣṇa, hamba menerima sepenuhnya sebagai kebenaran segala sesuatu yang sudah Anda sampaikan kepada hamba. O Tuhan Yang Maha Esa, baik para dewa maupun para raksasa tidak dapat mengerti kepribadian Anda.

Penjelasan

Di sini Arjuna membenarkan bahwa orang yang tidak percaya dan orang yang bersifat jahat tidak dapat mengerti tentang Kṛṣṇa. Kṛṣṇa tidak dikenal, bahkan oleh para dewa sekalipun, apalagi oleh orang yang hanya namanya sarjana-sarjana di dunia modern. Atas karunia Tuhan Yang Maha Esa, Arjuna sudah mengerti bahwa Kebenaran Yang Paling Utama adalah Kṛṣṇa dan bahwa Kṛṣṇa adalah Yang Mahasempurna. Karena itu sebaiknya orang mengikuti jalan yang ditempuh oleh Arjuna. Arjuna menerima kekuasaan Bhagavad-gītā. Sebagaimana diuraikan dalam Bab Empat, sistem garis perguruan paramparā untuk mengerti Bhagavad-gītā telah hilang. Karena itu, Kṛṣṇa mendirikan kembali garis perguruan tersebut dengan mengangkat Arjuna sebagai murid pertama karena Kṛṣṇa menganggap Arjuna adalah kawanNya yang akrab dan seorang penyembah yang mulia. Karena itu, sebagaimana kami nyatakan dalam kata pengantar Bhagavad-gītā atau Gītopaniṣad ini, Bhagavad-gītā harus dimengerti dalam sistem paramparā. Pada waktu sistem paramparā telah hilang, Arjuna dipilih untuk menghidupkan kembali sistem itu. Sebaiknya orang meniru Arjuna dalam mengakui segala sesuatu yang disabdakan oleh Kṛṣṇa; dengan demikian, kita dapat mengerti hakekat Bhagavad-gītā. Hanya pada waktu itulah kita dapat mengerti bahwa Kṛṣṇa adalah Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa.