ID/Prabhupada 0040 - Inilah Sang Pribadi Yang Utama

Revision as of 16:18, 12 October 2018 by Vanibot (talk | contribs) (Vanibot #0023: VideoLocalizer - changed YouTube player to show hard-coded subtitles version)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)


Lecture on BG 16.8 -- Tokyo, January 28, 1975

Ada berjuta-juta serta bermiliar-miliar makhluk hidup, dan di dalam setiap relung hati mereka, Tuhan sedang duduk di sana. Sarvasya cāhaṁ hṛdi sanniviṣṭo mattaḥ smṛtir jñānam apohanaṁ ca (BG 15.15). Beliau sedang mengelola dengan cara seperti itu. Jadi jika kita berpikir bahwa Beliau adalah seorang pengendali seperti kita, maka itu adalah suatu pehamaman kita yang keliru. Beliau memang adalah seorang pengendali. Seorang pengendali, namun dengan pengetahuan yang tak terbatas serta bantuan yang tak terbatas, dengan daya kemampuan yang tak terbatas, begitulah pengelolaanNya.

Orang-orang impersonalis, mereka tidak bisa memikirkan adanya suatu pribadi dengan kekuatan yang sedemikian tak terbatasnya seperti itu. Karena itulah mereka menjadi impersonalis. Mereka tidak bisa memikirkan hal itu. Para impersonalis itu, mereka tidak bisa membayangkan ... Mereka hanya membayangkan, "Jika seseorang merupakan suatu pribadi, maka ia pastilah pribadi yang seperti diriku. Aku tidak bisa melakukan hal itu, karenanya Ia pasti juga tidak mungkin bisa melakukannya." Karenanya mereka disebut juga sebagai mūḍha. Avajānanti māṁ mūḍhāḥ (BG 9.11). Mereka membandingkan Kṛṣṇa dengan diri mereka sendiri. Karena ia adalah suatu pribadi, maka demikian juga halnya Kṛṣṇa tentulah suatu pribadi. Ia tidak memahami hal itu.

Veda menerangkan bahwa, "Meskipun Beliau adalah suatu pribadi, tetapi Beliau memelihara semua pribadi-pribadi lainnya dalam jumlah yang tidak terbatas." Itulah yang tidak mereka pahami. Eko yo bahūnāṁ vidadhāti kāmān. Bahwa pribadi yang hanya satu itu, Beliau sedang memelihara berjuta-juta, bermiliar-miliar pribadi lainnya. Setiap dari kita, masing-masing dari kita ini, merupakan suatu pribadi. Aku adalah suatu pribadi. Kamu adalah suatu pribadi. Seekor semut adalah suatu pribadi. Seekor kucing adalah suatu pribadi. Seekor anjing adalah suatu pribadi dan seekor seranggapun juga adalah suatu pribadi. Pohon-pohon juga merupakan pribadi-pribadi. Segala sesuatunya adalah pribadi. Segala sesuatunya merupakan pribadi. Namun ada suatu pribadi yang lain. Itulah Tuhan, Kṛṣṇa. Pribadi yang satu ini sedang memelihara segala macam pribadi lainnya yang jumlahnya berjuta-juta dan bermiliar-miliar. Ini adalah petunjuk Veda ..... Eko yo bahūnāṁ vidadhāti kāmān, nityo nityānāṁ cetanaś cetanānām (Kaṭha Upaniṣad 2.2.13). Inilah keterangannya.

Jadi Kṛṣṇa juga berkata di dalam Bhagavad-gītā, ahaṁ sarvasya prabhavo mattaḥ sarvaṁ pravartate iti matvā bhajante māṁ... (BG 10.8). Karena itu seorang penyembah, ketika ia memahami dengan jelas bahwa, "Inilah Sang Pribadi Yang Utama itu, yang adalah sang pemimpin, yang adalah sang pengendali dan yang adalah sang pemelihara dari segala sesuatu," maka kemudian ia berserah diri kepadaNya serta menjadi penyembahNya.