ID/Prabhupada 0530 - Seseorang Bisa Keluar Dari Penderitaan Ketika Ia Mendekati Viṣṇu

From Vanipedia
Jump to: navigation, search

Seseorang Bisa Keluar Dari Penderitaan Ketika Ia Mendekati Viṣṇu
- Prabhupāda 0530


Radhastami, Srimati Radharani's Appearance Day -- London, August 29, 1971

Athāto brahma jijñāsā. Kehidupan ini dimaksudkan untuk bertanya mengenai Brahman. Brahman, Paramātmā, Bhagavān. Pertanyaan-pertanyaan mengenai hal ini seharusnya ada. Jijñāsu. Semuanya itu disebut jijñāsu, brahma-jijñāsa, jijñāsu, bertanya. Sebagaimana kita bertanya setiap pagi, "Apa kabar hari ini?" Dengan segera kita mengambil surat kabar. Rasa ingin tahu itu ada. Tetapi kita hanya menanyakan hal-hal yang mendasar saja. Tidak ada keinginan untuk bertanya mengenai kemungkinan yang tertinggi, brahma-jñāna. Itulah kekurangan dari peradaban modern. Yang hanya bertanya mengenai bagaimana caranya mendapatkan uang, divā cārthehayā rājan kuṭumba-bharaṇena vā. (SB 2.1.3).

Bukan hanya pada jaman ini saja .... Pada jaman ini hal itu sudah menjadi sesuatu yang utama, namun di dunia material ini, setiap orang hanya disibukkan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang didasarkan atas badan saja. Nidrayā hṛiyate naktam, di malam hari mereka tidur dengan sangat pulas, hingga mendengkur. Atau kehidupan seks. Nidrayā hṛiyate naktaṁ vyavāyena ca vā vayaḥ (SB 2.1.3). Dengan demikian, mereka hanya sedang membuang-buang waktu saja. Dan di siang hari, divā cārthehayā rājan... Dan di siang hari, "Mana uangnya? Mana uangnya? Mana uangnya? Artha ihāya. Kuṭumba-bharaṇena vā. Dan begitu seseorang mendapatkan uang, maka selanjutnya yang dilakukan adalah bagaimana caranya membeli berbagai macam keperluan bagi keluarga, itu saja. Berbelanja dan menimbun. Inilah kesibukan dari kehidupan materialistik.

Dari semua itu, seseorang yang benar-benar cerdas ...... Manuṣyāṇāṁ sahasreṣu kaścid yatati siddhaye. (BG 7.3). Dari begitu banyak orang-orang bodoh yang disibukkan dalam urusan tidur, berhubungan seks, mencari uang dan menyediakan apartemen yang bagus serta makanan bagi keluarganya ....... Itulah kesibukan yang ada pada umumnya. Jadi, dari beribu-ribu manusia yang seperti itu, ada seseorang yang ingin tahu bagaimana caranya untuk membuat kehidupan dalam badan manusia ini menjadi sempurna. Manuṣyāṇāṁ sahasreṣu kaścid yatati siddhaye.

Siddhaye. Siddhi berarti sempurna. Jadi, kehidupan ini dimaksudkan untuk kesempurnaan. Apakah kesempurnaan itu? Kesempurnaan artinya adalah bahwa kita tidak menginginkan adanya keadaan menderita di dalam kehidupan, dan kita harus keluar dari keadaan itu. Itulah kesempurnaan. Setiap orang berusaha untuk keluar dari keadaan menderita di dalam kehidupan. Tetapi mereka tidak memahami seperti apakah kedudukan dari kehidupan yang menderita itu. Keadaan menderita di dalam kehidupan adalah : tri-tāpa-yantanaḥ.

Jadi, hal ini disebut sebagai mukti atau pembebasan dari ...... Ātyantika-duḥkha-nivṛttiḥ. Duḥkha, duḥkha berarti penderitaan. Jadi, setiap orang berusaha untuk keluar dari penderitaan. Namun ia tidak memahami apa sasaran akhir sesudah keluar dari penderitaan tersebut. Na te viduḥ. Mereka tidak memahaminya. Na te viduḥ svārtha-gatiṁ hi viṣṇum. (SB 7.5.31). Seseorang bisa keluar dari penderitaan ketika ia mendekati Viṣṇu. Tad viṣṇuṁ paramaṁ padaṁ sada paśyanti sūrayaḥ. Tad viṣṇoḥ paramaṁ padam. Planet milik Viṣṇu itu ....

Seperti halnya di dunia material, mereka sedang berusaha untuk pergi ke planet bulan, namun para orang bodoh itu tidak mengetahui apa yang akan mereka capai dengan pergi ke planet bulan. Itu adalah salah satu dari planet-planet material. Kṛṣṇa telah mengatakan di dalam Bhagavad-gītā, abrahma-bhuvanāl lokān. Jangankan hanya planet bulan ini - planet yang sangat dekat - apalagi jika harus pergi ke planet yang tertinggi, yang dikenal sebagai Brahmaloka .... Planet-planet itu ada di hadapanmu, kamu bisa melihatnya setiap hari, setiap malam, berapa banyak loka dan berapa banyak planet yang ada di sana. Tetapi kamu tidak bisa pergi ke sana. Kamu hanya baru mencoba untuk pergi ke planet terdekat saja. Dan hal itu juga mengalami kegagalan. Jadi, di manakah kemajuan ilmu pengetahuanmu?

Tetapi ada kemungkinan untuk itu. Ā-brahma-bhuvanāl lokān.Kamu bisa pergi ke sana. Menurut perhitungan ilmuwan material, jika seseorang pergi selama empatpuluh ribu tahun dengan kecepatan cahaya, jadi ukurannya adalah tahun cahaya, maka ia akan bisa mencapai planet tertinggi dari dunia material ini. Jadi, menurut perhitungan ilmu pengetahuan modern, ini adalah hal yang mustahil. Tetapi sebenarnya seseorang bisa pergi ke sana, ada proses untuk itu. Hal itu sudah aku coba uraikan di dalam buklet kecilku, Perjalanan Mudah Menuju Ke Planet Lain. Seseorang bisa pergi ke planet manapun yang disukainya melalui proses yoga. Itulah kesempurnaan yoga. Ketika seorang yogi sudah menjadi sempurna, ia bisa pergi ke planet apapun yang disukainya, dan pelaksanaan yoga itu terus berlangsung, kecuali jika sang yogi sendiri berpikir bahwa ia telah menjadikan dirinya sempurna untuk berkelana ke planet manapun yang disukainya. Itulah kesempurnaan dari pelaksanaan yoga. Jadi, inilah kesempurnaan dari kehidupan, dan bukannya sputnik kecil yang hanya sekedar mengapung itu. (tertawa). Mereka tidak memahami apakah kesempurnaan hidup itu. Kamu bisa pergi ke mana saja.