ID/Prabhupada 0716 - Kita Harus Memahami Siapakah Kṛṣṇa Itu Melalui Pengetahuan

From Vanipedia
Jump to: navigation, search

Kita Harus Memahami Siapakah Kṛṣṇa Itu Melalui Pengetahuan
- Prabhupāda 0716


Lecture on CC Madhya-lila 8.128 -- Bhuvanesvara, January 24, 1977

Intinya adalah bahwa orang harus memahami siapakah Kṛṣṇa. Suatu hari seseorang bertanya, "Apakah arti dari Kṛṣṇa itu?" "Kṛṣṇa" berarti maha menarik. Jika Tuhan tidak maha menarik, maka bagaimanakah Beliau bisa menjadi Tuhan? Jadi, yang dimaksudkan dengan kehidupan Vṛndāvana adalah ketika Kṛṣṇa datang, turun sendiri untuk memperlihatkan siapakah Kṛṣṇa itu, siapakah Tuhan itu. Jadi gambar ini, kehidupan Vṛndāvana ini merupakan suatu kehidupan pedesaan. Ada para penduduk desa, petani, sapi, anak sapi - itulah Vṛndāvana. Ini bukanlah kota besar seperti New York, London, namun ini adalah suatu desa dan yang menjadi titik pusatnya adalah Kṛṣṇa. Inilah kehidupan Vṛndāvana. Ada para gopī yang merupakan para wanita desa, serta para anak-anak penggembala sapi, yang juga merupakan pemuda-pemuda desa. Nanda Mahārāja adalah pemimpin dari desa itu, yang semua warganya merupakan petani. Sama halnya, para penduduk yang lebih tua bersama para gopī yang lebih tua, serta Ibu Yaśodā dan para teman-temannya - mereka semua sangat tertarik kepada Kṛṣṇa. Inilah kehidupan Vṛndāvana. Mereka bahkan tidak tahu siapakah Kṛṣṇa itu. Mereka tidak mengetahui cara untuk mengerti tentang Kṛṣṇa melalui membaca Veda, Purāṇa dan Vedānta. Tetapi secara alamiah mereka sangat mencintai Kṛṣṇa. Jadi, svābhāvika ākarṣaṇa inilah yang bisa menjadikan hal seperti ini ...

Saat ini kita tidak memiliki ketertarikan alamiah kepada Kṛṣṇa, karena itulah kita harus memahami siapakah Kṛṣṇa itu melalui pengetahuan. Itulah yang disebut sebagai Kṛṣṇa tattva vettā. Jadi, mengapa seseorang harus tertarik kepada Kṛṣṇa jika Kṛṣṇa memiliki semua sifat-sifat yang menarik? Daya tarik tersebut ... Pada umumnya, di dunia material ini, kita tertarik kepada seseorang yang kaya atau seseorang yang berkuasa. Baik itu pria ataupun wanita. Seperti halnya Perdana Menteri kita, ia adalah seorang wanita, tetapi karena ia berkuasa, maka kita menjadi tertarik kepadanya dan kita membicarakan dirinya. Jadi, inti dari daya tarik itu sudah dibahas oleh Parāśara Muni sebagai bhaga. Bhaga artinya adalah kemewahan. Jadi kemewahan ini ... Ketika seseorang sangat kaya, maka ia menjadi sangat mewah. Orang yang sangat berkuasa, maka ia menjadi menarik. Orang yang sangat berpengaruh, orang yang sangat tampan atau cantik, orang yang sangat berpengetahuan .... Seperti inilah yang dimaksud dengan daya tarik.

Jadi, jika kita mempelajari kehidupan Kṛṣṇa dengan teliti, maka kamu akan menemukan di dalam sejarah dunia bahwa tidak ada orang yang lebih kaya daripada Kṛṣṇa, tidak ada orang yang lebih berkuasa daripada Kṛṣṇa, tidak ada orang yang lebih tampan atau lebih cantik daripada Kṛṣṇa, tidak ada orang yang lebih terpelajar serta lebih berpengetahuan atau filsafat dibandingkan dengan Kṛṣṇa. Jika kamu mempelajari hal itu, maka kamu akan menemukan segala sesuatunya. Dan ke enam kemewahan itu sepenuhnya ada serta ditampilkan di dalam diri Kṛṣṇa, sehingga karena itulah Beliau adalah Bhagavān. Bhaga berarti kemewahan dan vān berarti orang yang memiliki. Inilah arti dari Kṛṣṇa, bahwa Beliau itu maha menarik karena Beliau memiliki semua ke enam macam kemewahan tersebut. Inilah gambaran dari Kṛṣṇa. Jadi, tidak seharusnyalah kita menerima orang lain atau siapapun yang lainnya lagi sebagai Bhagavān. Kita harus mengujinya, apakah orang itu memiliki ke enam macam kemewahan tersebut.