ID/Prabhupada 0717 - Ayahku Adalah Seorang Penyembah Dan Ia Melatihku

From Vanipedia
Jump to: navigation, search

Ayahku Adalah Seorang Penyembah Dan Ia Melatihku
- Prabhupāda 0717


Room Conversation -- January 26, 1975, Hong Kong

Prabhupāda : Jadi, sejak mulai dari awal kehidupanmu, sebagaimana yang dilakukan oleh Prahlāda Mahārāja, kaumāra ācaret prājño dharmān bhāgavatān iha. (SB 7.6.1). Ia baru berumur lima tahun, dan mulai dari awal kehidupannya ia sudah sadar akan Kṛṣṇa, dan ia terbiasa untuk mengajarkan kesadaran Kṛṣṇa kepada teman-teman sekelasnya. Di sekolah, Prahlāda Mahārāja akan mengajarkan kesadaran Kṛṣṇa kepada para anak-anak kecil. Jadi, cobalah untuk mengikutinya, mahājano yena gataḥ sa panthāḥ. (CC Madhya 17.186). Ikutilah jejak langkah dari para kepribadian agung seperti Prahlāda Mahārāja, Dhruva Mahārāja. Mereka itu masih anak-anak, namun meskipun demikian mereka sudah menjadi penyembah yang paling utama. Ada banyak lagi yang lainnya. Para Kumāra, mereka juga adalah penyembah-penyembah utama.

Jadi tentu saja, hal itu memerlukan sedikit usaha. Ayah dari Prahlāda Mahārāja adalah seorang asura, seorang atheis nomor wahid. Namun meski demikian, Prahlāda Mahārāja memperoleh kesempatan untuk mendengar dari Nārada Muni ketika ia masih berada di dalam kandungan ibunya. Nārada Muni sedang memberi petunjuk kepada ibunya, namun Prahlāda Mahārāja yang masih berada di dalam kandungan ibunya mendengar segala sesuatunya dari Nārada Muni. Jadi, sebelum dilahirkan dari kandungan ibunya, ia sudah memahami filsafat Bhāgavata. Jadi, sejak mulai dari awal kehidupannya ia sudah menjadi bhāgavata. Bhāgavata berarti penyembah.

Karena itu, kita bisa mengikuti Prahlāda Mahārāja, Dhruva Mahārāja. Tentu saja, dibutuhkan bantuan dari para orang tua. Jika tidak, jika kita berlatih bhāgavata-dharma atau bhakti-yoga sejak dari awal kehidupan kita, maka kehidupan itu adalah kehidupan yang berhasil. Untungnya, aku mendapat kesempatan yang baik untuk mempelajari bhāgavata-dharma sejak dari masa kanak-kanakku. Ayahku adalah seorang penyembah dan ia melatihku. Jadi, adalah kewajiban dari semua orang tua untuk melatih para anak-anak mereka di dalam bhāgavata-dharma. Maka kehidupan akan menjadi berhasil. Jika tidak, maka kehidupan akan menjadi gagal. Selalu ada kemungkinan untuk jatuh. Jatuh artinya adalah bahwa kehidupan ini dimaksudkan untuk tahapan naik menuju tataran kehidupan spiritual. Dan jika kita tidak melakukan hal itu, maka kita akan jatuh ke dalam kehidupan binatang. Ada banyak spesies kehidupan. Kamu bisa melihat apa yang ada di hadapanmu. Seseorang mungkin akan menjadi seekor kucing atau anjing.

Ini adalah ilmu pengetahuan yang sangat agung, namun orang-orang tidak memiliki pengetahuan mengenai hal ini, dan pengetahuan ini juga tidak diajarkan baik di sekolah maupun di dalam kampus. Mereka juga tidak memahami hal itu, baik itu yang disebut sebagai para guru maupun para orang yang terpelajar. Mereka tidak memahaminya. Sebisa mungkin, berusahalah untuk memahami filsafat Kṛṣṇa dan berjapalah mahā-mantra Hare Kṛṣṇa kapanpun kamu memiliki waktu untuk melakukan hal itu. Aku pikir kamu punya cukup waktu. Itulah permohonanku, bahwa kita mengajarkan mengenai hal ini ke seluruh penjuru dunia.