ID/Prabhupada 0887 - Veda Berarti Pengetahuan Dan Anta Berarti Tahap Terakhir Atau Akhir

From Vanipedia
Jump to: navigation, search

Veda Berarti Pengetahuan Dan Anta Berarti Tahap Terakhir Atau Akhir
- Prabhupāda 0887


750522 - Lecture SB 06.01.01-2 - Melbourne

Veda berarti pengetahuan dan anta berarti tahap terakhir atau akhir. KIta ada di bawah pengendalian dari hukum alam. Kamu tidak bisa mengatakan bahwa kamu bebas. Hukum alam itu sangatlah ketat. Prakṛteḥ kriyamāṇāni guṇaiḥ karmāṇi sarvaśaḥ. (BG 3.27). Hukum alam itu .... seperti api. Jika kamu menyentuhnya, maka api itu akan membakarmu Bahkan seorang anak yang belum tahu apa-apa sekalipun, jika ia menyentuhnya, maka api itu akan tetap membakarnya Tidak ada alasan untuk itu. Kamu tidak bisa mengatakan, "Anak itu masih belum tahu apa-apa. Ia tidak tahu akibat dari menyentuh api, jadi seharusnya ia bisa dimaklumi." Tidak. Kebodohan tidak bisa dijadikan sebagai alasan. Khususnya .... Itulah hukum alam. Kamu tidak bisa berkata seperti itu. Seandainya kamu sudah melakukan suatu tindakan kejahatan. Jika kemudian kamu memohon, "Tuan, saya tidak tahu bahwa ... sesudah melakukan tindakan itu, maka saya harus menderita di penjara. Jadi, mohon maafkanlah saya," tidak, sama sekali tidak akan ada permakluman untuk itu. Entah apakah kamu memahami atau tidak memahami hukum, jika kamu telah bertindak seperti itu, maka kamu harus menderita. Dan hal ini sedang terus berlangsung.

Jadi, karena itulah kita lalu tidak mempercayai adanya kehidupan yang akan datang hanya agar bisa terhindar dari konsekuensi atas hal itu. Tetapi hal itu tidak akan bisa dijadikan sebagai suatu alasan bagi kita. Kita tetap akan harus menerima suatu jenis badan. Jika tidak, lalu mengapa ada begitu banyak jenis badan? Apa penjelasan atas hal itu? Mengapa ada bentuk badan yang berbeda-beda, mengapa ada tingkatan badan yang berbeda-beda dan mengapa ada standard badan yang berbeda-beda? Itulah hukum alam. Karena itu kehidupan dalam badan manusia ini hendaknya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, dan bukan hanya disibukkan dalam pemuasan indria-indria seperti para kucing dan anjing. Itu bukanlah kehidupan yang bertanggung jawab. Kehidupan yang bertanggung jawa adalah, "Aku sudah mendapatkan kehidupan dalam wujud yang sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan kehidupan para kucing dan anjing, dan aku juga jauh lebih cerdas dibandingkan dengan mereka. Jika aku memanfaatkan hal itu hanya untuk memenuhi keempat kebutuhan hidup yang didasarkan pada badan saja ..." Empat kebutuhan hidup yang didasarkan pada badan artinya adalah bahwa kita perlu makan. Para kucing, anjing, manusia atau bahkan hakim pengadilan tinggi sekalipun serta semua manusia, semuanya perlu makan. Mereka juga perlu tidur. Dan hal itu .... Para kucing dan anjing bisa tidur tanpa adanya apartemen, tetapi mereka tetap memerlukan kegiatan tidur itu. Seperti itulah kenyataannya. Kegiatan makan itu diperlukan, itulah kenyataannya. Demikian juga kehidupan seks serta pertahanan diri, semua itu merupakan kenyataan. Tetapi hal-hal itu adalah sesuatu yang sudah pasti ada baik pada para kucing, para anjing serta para manusia.

Jadi, apa sebenarnya yang merupakan keistimewan yang khusus dari manusia? Keistimewaan yang khusus dari manusia itu adalah bahwa mereka bisa mempertimbangkan bahwa, "Aku sudah mendapatkan badan orang Amerika atau badan orang Australia atau badan orang India yang sangat baik ini. Lalu akan menjadi apakah aku sesudah ini? Badan apa yang akan aku dapatkan berikutnya? Itulah yang dimaksudkan dengan pemanfaatan kecerdasan manusia. Seekor kucing atau anjing tidak bisa berpikir seperti itu. Karena itu urusan kita hendaknya adalah hanya, "Sekarang, dengan menuruti hukum alam dan sesudah melalui proses evolusi, maka aku sudah sampai pada kehidupan dalam badan manusia ini. Sekarang aku sudah memiliki kecerdasan ini. Jadi, bagaimana cara untuk memanfaatkan hal ini?"

Pemanfaatan yang benar itu dinyatakan di dalam filsafat Veda. Filsafat Vedānta, mungkin kamu sudah pernah mendengar nama ini. Veda berarti pengetahuan dan anta berarti tahap terakhir atau akhir Segala sesuatu pasti memiliki akhir. Jadi, saat ini kamu semua sedang dididik. Kamu sedang mendapatkan pendidikan. lalu, di manakah pendidikan itu akan berakhir? Maka itulah yang disebut sebagai Vedānta, yaitu titik akhir. Jadi, filsafat Vedānta mengatakan ... Itulah filsafat Vedānta, yang merupakan pengetahuan akhir. Pengetahuan akhir. Dan apa yang dimaksudkan sebagai pengetahuan akhir itu dijelaskan di dalam Bhagavad-gītā. Vedaiś ca sarvair aham eva vedyam. (BG 15.15). Kamu sedang mengembangkan pengetahuan. Dan Kṛṣṇa berkata, "Tujuan akhir dari pengetahuan adalah untuk memahamiKu." Vedaiś ca sarvair aham eva vedyam. Seluruh pengetahuan dimaksudkan untuk memahami Tuhan. Itulah akhir dari pengetahuan. Melalui pengetahuan yang bertahap kamu bisa mencapai kemajuan, tetapi jika kamu tidak sampai pada titik pemahaman mengenai siapakah Tuhan itu, maka pengetahuanmu itu tidak sempurna.

Jadi, itulah yang disebut sebagai Vedānta. Athāto brahma jijñāsā. Kehidupan di dalam badan manusia ini memiliki fasilitas yang sangat baik, dan di sana juga ada kecerdasan ... Seperti halnya saat Australia masih belum berkembang. Sejak para orang Eropa datang kemari, maka segala sesuatunya menjadi sangat berkembang, semua menjadi begitu penuh potensi, karena kecerdasan telah dimanfaatkan. Hal seperti ini juga terjadi di Amerika serta di banyak tempat lain. Jadi, kecerdasan ini hendaknya dimanfatkan. Tetapi jika kita hanya sekedar memanfaatkan kecerdasan ini untuk tujuan yang sama sebagaimana yang dilakukan oleh pada para kucing dan anjing, maka hal itu bukanlah pemanfaatan yang benar. Pemanfaatan yang benar adalah Vedānta. Athāto brahma jijñāsā, "Sekarang hendaknya kamu bertanya mengenai Brahman, mengenai Sang Mutlak." Dan itulah yang disebut sebagai kecerdasan.