ID/BG 3.26

Revision as of 14:51, 17 December 2017 by Gusti (talk | contribs) (Bhagavad-gita Compile Form edit)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)
Śrī Śrīmad A.C. Bhaktivedanta Swami Prabhupāda


ŚLOKA 26

na buddhi-bhedaḿ janayed
ajñānāḿ karma-sańginām
joṣayet sarva-karmaṇi
vidvān yuktaḥ samācaran

Sinonim

na—tidak; buddhi-bhedam—pengacauan kecerdasan; janayet—hendaknya ia menyebabkan; ajñānām—terhadap orang bodoh; karma-sańginām—yang terikat kepada pekerjaan yang dimaksudkan untuk membuahkan hasil; joṣayet—hendaknya dia menggabungkan; sarva—semua; karmaṇi—pekerjaan; vidvān—orang bijaksana; yuktaḥ—dijadikan sibuk; samācaran—mempraktekkan.

Terjemahan

Agar tidak mengacaukan pikiran orang bodoh yang terikat terhadap hasil atau pahala dari tugas-tugas kewajiban yang telah ditetapkan, hendaknya orang bijaksana jangan menyuruh mereka berhenti bekerja. Melainkan, sebaiknya ia bekerja dengan semangat bhakti dan menjadikan mereka sibuk dalam segala jenis kegiatan (untuk berangsur-angsur mengembangkan kesadaran Kṛṣṇa).

Penjelasan

Vedaiś ca sarvair aham eva vedyaḥ. Itulah tujuan segala ritual Veda. Segala ritual, segala pelaksanaan korban suci, dan segala sesuatu yang tercantum dalam Veda, termasuk pula segala petunjuk untuk kegiatan material, dimaksudkan untuk mengerti tentang Kṛṣṇa, tujuan tertinggi dalam kehidupan. Tetapi oleh karena roh-roh yang terikat tidak mengenal sesuatu pun di luar kepuasan indria-indria, mereka mempelajari Veda dengan tujuan itu. Tetapi melalui kegiatan yang dimaksudkan untuk membuahkan hasil dan kepuasan indria-indria yang diatur oleh ritual-ritual Veda, berangsur-angsur seseorang diangkat sampai tingkat kesadaran Kṛṣṇa. Karena itu, orang yang sudah insaf akan dirinya dalam kesadaran Kṛṣṇa hendaknya jangan mengganggu orang lain dalam kegiatan maupun pengertian mereka, melainkan sebaiknya ia bertindak dengan memperlihatkan bagaimana hasil segala pekerjaan dapat dipersembahkan untuk bhakti kepada Kṛṣṇa. Orang bijaksana yang sadar akan Kṛṣṇa barangkali bertindak dengan cara supaya orang bodoh yang bekerja demi kepuasan indria-indria dapat belajar cara bertindak dan cara berbuat. Walaupun orang bodoh hendaknya tidak diganggu dalam kegiatannya, namun orang yang sudah maju sedikit dalam kesadaran Kṛṣṇa dapat diajak menekuni bhakti kepada Tuhan secara langsung tanpa menunggu rumus-rumus Veda lainnya. Orang yang beruntung tersebut tidak perlu mengikuti ritual-ritual Veda, sebab dengan kesadaran Kṛṣṇa secara langsung, seseorang dapat memperoleh segala hasil yang dapat diperoleh dengan cara mengikuti tugas-tugas yang telah ditetapkan untuk dirinya.